Konsumsi Rumah Tangga Menjadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- 13 Mei 2026 18:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,61 persen. Capaian tersebut ditopang kuat oleh konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian nasional.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Cirebon, Samiran, menjelaskan konsumsi rumah tangga memiliki peran besar dalam mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Menurutnya, setiap pengeluaran masyarakat akan menciptakan perputaran ekonomi yang saling berkaitan.
“Ketika rumah tangga membelanjakan uang untuk kebutuhan pendidikan, pangan, maupun kebutuhan sehari-hari, maka itu akan menghidupkan banyak sektor ekonomi,” kata Samiran kepada RRI Selasa, 12 Mei 2026. Ia mencontohkan pembelian beras dapat menggerakkan petani, penggilingan padi, hingga pedagang beras.
Samiran mengatakan konsumsi rumah tangga juga berdampak pada sektor jasa dan perdagangan. Pengeluaran masyarakat akan menciptakan pendapatan bagi pelaku usaha dan pekerja sehingga roda ekonomi terus bergerak.
Menurutnya, semakin tinggi konsumsi masyarakat maka pertumbuhan ekonomi juga akan semakin meningkat. Kondisi tersebut membuat konsumsi rumah tangga menjadi komponen utama dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Rumah tangga mempunyai peranan hampir 55 persen terhadap PDB Indonesia, sehingga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. Ia menambahkan kontribusi konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2026 mencapai 2,94 persen dari total pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
Selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh belanja pemerintah dan investasi. Belanja APBN maupun APBD disebut mampu mendorong aktivitas ekonomi melalui berbagai program pembangunan dan pengadaan barang.
Investasi dari perusahaan maupun lembaga pemerintah juga ikut memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Pembelian peralatan, pembangunan fasilitas, hingga pengadaan kendaraan dinilai mampu menciptakan efek berantai terhadap sektor usaha lainnya.
Samiran menilai literasi ekonomi masyarakat perlu terus ditingkatkan agar masyarakat memahami pentingnya konsumsi dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam berbelanja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....