FKDC Gelar Pelatihan Dokumentasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
- 13 Mei 2026 16:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC) menggelar pelatihan penulisan produk dokumentasi pada Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus, anggota, dan pendamping FKDC dalam menghasilkan dokumentasi yang akurat, sistematis, dan ramah difabel.
Pelatihan menghadirkan fasilitator dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon serta Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia. Peserta dibekali teknik penulisan dokumentasi menggunakan bahasa yang inklusif, menghargai martabat penyandang disabilitas, dan mudah dipahami masyarakat luas.
Perwakilan SIGAB Indonesia, Robandi, menilai banyak praktik baik yang telah dilakukan komunitas disabilitas di tingkat desa dan perlu dipublikasikan lebih luas kepada masyarakat. “Saya yakin banyak hal-hal baik, banyak usaha-usaha baik yang sudah dilakukan teman-teman di desa yang harus dipublikasikan, harus ditunjukkan ke orang-orang bahwa kita sudah melakukan banyak hal baik di desa,” katanya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.
Ia mengatakan, media digital memiliki peran penting sebagai sarana memperkenalkan gerakan inklusi kepada masyarakat. Menurutnya, dokumentasi yang baik juga dapat memperkuat bukti perubahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“Agar praktik baik yang sudah ada itu jadi semakin kuat, kemudian punya landasan yang kuat, bahwa perubahan yang terjadi di desa itu ternyata seperti ini. Nah, itu suatu hal yang patut diapresiasi,” katanya dalam rilis yang diterima RRI Rabu 13 Mei 2026.
Sementara itu, perwakilan FKDC, Oni Jahoni, mengungkapkan berbagai kegiatan dan capaian organisasi selama ini belum terdokumentasikan secara optimal. “FKDC itu sangat menyadari bahwa teman-teman banyak sekali kegiatan,” katanya.
“Nah, di antara kegiatan-kegiatan itu, pasti banyak output atau praktik-praktik baik yang sudah dicapai. Namun, karena keterbatasan pemahaman, kami sering kali terlupakan untuk mendokumentasikan, baik secara narasi, foto, maupun video,” ujarnya melanjutkan.
Ia menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap disabilitas melalui dokumentasi yang lebih bermartabat. Dokumentasi diharapkan mampu menonjolkan kemampuan, kontribusi, dan hasil karya penyandang disabilitas, bukan rasa kasihan ataupun keterbatasan fisik.
Pihaknya berharap para peserta mampu menghasilkan produk dokumentasi yang lebih profesional dan inklusif. Dengan demikian, praktik-praktik baik dalam pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Cirebon dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FKDC berupaya membangun budaya dokumentasi yang lebih terstruktur sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Produk dokumentasi yang dihasilkan nantinya tidak hanya digunakan sebagai laporan internal, tetapi juga menjadi materi publikasi media dan arsip organisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....