KH Mukhlisin Tekankan Perlindungan Santri dan Seleksi Guru
- 13 Mei 2026 15:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pimpinan Pondok Pesantren Ishlahul Muta’allimin Arjawinangun Kabupaten Cirebon, KH. Mukhlisin Muzarie, menegaskan penguatan perlindungan santri harus dimulai dari fungsi pesantren. Hal itu disampaikan dalam Dialog Cirebon Menyapa, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan lingkungan pesantren yang aman dan ramah bagi santri. Selain itu, diperlukan seleksi ketat terhadap pengajar agama yang memenuhi syarat keilmuan dan moral.
KH. Mukhlisin menyebut pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia dengan tugas utama membangun budaya luhur. Pesantren juga berfungsi memberikan pemahaman agama secara mendalam kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu keagamaan kepada santri. Namun juga membentuk karakter generasi bangsa yang berakhlak dan bermoral.
KH. Mukhlisin mengaku kecewa atas kasus kekerasan seksual yang mencoreng citra pesantren. Ia menilai peristiwa tersebut merusak kepercayaan terhadap lembaga pendidikan Islam.
Ia mengatakan, “Saya termasuk yang sangat kecewa, sebab saya pemimpin pondok pesantren. Kok bisa mengodai seluruh pesantren di Indonesia itu. Jadi kami tidak menerima sebetulnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kapasitas dan integritas pengajar agama di pesantren. Guru harus menjadi teladan bagi santri dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, terdapat syarat mendasar bagi guru ngaji, yaitu alim dan adil. Alim berarti memahami ilmu agama, sedangkan adil berarti mengamalkan ilmu tersebut.
Ia menegaskan, “Menjadi guru ngaji itu ada syarat-syaratnya. Syaratnya secara umum adalah alim dan adil. Alim artinya mengetahui ilmu agama, mempunyai wawasan luas tentang ilmu-ilmu agama Islam, dan adil artinya melaksanakan ilmu-ilmu itu,” ucapnya.
KH. Mukhlisin juga menyoroti kekerasan seksual yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Ia menegaskan perbuatan tersebut sangat dicela oleh agama.
Ia berharap kasus ini menjadi evaluasi untuk memperkuat pengawasan pesantren. Pesantren diharapkan tetap menjadi ruang pendidikan yang aman dan dipercaya masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....