Lakpesdam PCNU Indramayu Gelar Sosialisasi Antikekerasan di Pesantren

  • 19 Agt 2026 18:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Upaya menciptakan lingkungan pendidikan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus didorong oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Indramayu melalui Program Inklusi. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Pesantren dengan tema “Menuju Transformasi Pesantren; Santri Aman, Orang Tua Tenang, Prestasi Gemilang”, yang digelar di Pondok Pesantren Bolon, Desa Tenajar Lor, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan sejumlah pesantren, dewan guru, Satgas PPA, Forum Anak, serta para santri. Acara ini menjadi ruang bersama untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan kekerasan sekaligus membangun mekanisme penanganan yang tepat ketika terjadi kasus kekerasan di lingkungan pesantren.

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi alias Almak, mengatakan sosialisasi tersebut penting karena pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi bangsa. “Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang menjadi bengkel moral masa depan generasi bangsa. Karena itu, pesantren harus menjadi ruang yang aman bagi santri untuk belajar, tumbuh, berkembang, dan meraih prestasi,” ujar Almak.

Menurutnya, upaya pencegahan kekerasan di pesantren bukan hanya menjadi tanggung jawab pengasuh atau pengelola pesantren, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari guru, santri, orang tua, hingga jejaring perlindungan anak. “Membangun pesantren yang bebas dari kekerasan membutuhkan komitmen bersama. Kita ingin orang tua merasa tenang ketika menitipkan anaknya di pesantren, sementara para santri dapat menjalani proses pendidikan dengan aman dan nyaman,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan materi dari sejumlah narasumber. Ibnu Hamzah memaparkan materi bertajuk “Mengenal Citra Diri Pesantren: Antara Idealitas dan Realitas”.

Materi tersebut mengajak peserta melihat kembali citra dan nilai-nilai pesantren. Selain itu, dipaparkan pula tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sesuai dengan prinsip perlindungan dan keselamatan santri.

Sementara itu, Muhammad Hamam menyampaikan materi “Mekanisme Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pondok Pesantren”. Materi tersebut menekankan pentingnya membangun sistem pencegahan, mengenali bentuk-bentuk kekerasan, serta memastikan adanya mekanisme penanganan dan rujukan yang tepat bagi korban.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan santri dan Forum Anak dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman. Santri tidak hanya diposisikan sebagai penerima perlindungan, tetapi juga sebagai bagian penting dari upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Sebagai bentuk keseriusan bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama tentang antikekerasan di pesantren. Komitmen tersebut menjadi simbol kesepakatan para pihak untuk bersama-sama mencegah, menolak, dan menangani segala bentuk kekerasan yang dapat mengancam keselamatan serta tumbuh kembang santri.

Melalui kegiatan tersebut, Lakpesdam PCNU Indramayu berharap transformasi pesantren tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kualitas pendidikan. Setiap santri diharapkan mendapatkan hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....