Nelayan Pantura Terancam Berhenti Melaut akibat Lonjakan Harga BBM
- 10 Mei 2026 15:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – Kenaikan harga bahan bakar minyak dinilai semakin membebani aktivitas nelayan wilayah pesisir Pantura Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat sejumlah nelayan kesulitan memenuhi biaya operasional melaut dalam beberapa pekan terakhir.
Ketua Gerakan Nelayan Pantura, Kajidin, mengaku awalnya tidak menyangka kenaikan harga bahan bakar berlangsung sangat tinggi. Menurutnya, lonjakan harga tersebut membuat nelayan semakin terbebani karena pendapatan hasil tangkapan tetap rendah sampai sekarang.
“Tadinya saya enggak nyangka seperti ini, hanya biasa-biasa aja,” katanya kepada RRI pada Jumat, 8 Mei 2026. Namun, ia menilai kenaikan harga bahan bakar saat ini jauh melebihi perkiraan para nelayan sebelumnya.
Ia menjelaskan nelayan sempat mencari alternatif penggunaan bahan bakar jenis Dex untuk kebutuhan melaut sehari-harinya. Upaya tersebut dilakukan setelah harga bahan bakar industri lebih dahulu mengalami kenaikan cukup signifikan sebelumnya.
Menurutnya, nelayan bahkan telah melakukan pembayaran awal pembelian bahan bakar sebelum harga Dex akhirnya meningkat drastis. Kondisi tersebut membuat nelayan membatalkan pembelian karena harga baru dinilai terlalu memberatkan operasional kapal mereka.
“Kalau kemudian dipaksakan dengan harga 23.900 saya rasa ya kita enggak bakal kuat,” ujarnya. Ia menilai nelayan akhirnya memilih berhenti melaut sementara karena pendapatan hasil tangkapan tidak mengalami peningkatan berarti.
Kajidin mengatakan situasi tersebut berpotensi memicu terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat pesisir wilayah Cirebon dan Indramayu. Selain nelayan, kondisi tersebut turut berdampak terhadap awak kapal hingga perdagangan hasil laut daerah pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....