Antisipasi Bentrok, Polres Cirebon Kota Larang Nobar Persib dan Persija

  • 08 Mei 2026 15:37 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Polres Cirebon Kota melarang kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung maupun Persija Jakarta di kafe-kafe wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Hal itu guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah adanya insiden nyaris bentrokan antar pendukung Persib dan Persija di kawasan flyover Seltim pada pertandingan sebelumnya. Ia menyebut, potensi gesekan antar suporter menjadi perhatian serius kepolisian sehingga langkah pencegahan dilakukan melalui pembatasan kegiatan nobar di ruang publik.

“Pada pertandingan terakhir kemarin hampir terjadi bentrokan antara dua kubu suporter Persib dan Persija di flyover Seltim. Kami tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali,” ujarnya dalam keterangan rilisnya pada Jumat 8 Mei 2026.

Menurutnya, kepolisian tidak melarang masyarakat menonton pertandingan sepak bola, namun mengimbau agar kegiatan nobar yang berpotensi mengumpulkan massa tidak dilaksanakan di kafe maupun tempat umum lainnya.

Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi pengerahan massa dari kedua kelompok suporter yang dapat memicu konflik. “Kami tidak anti sepak bola. Tetapi apabila ada potensi gangguan kamtibmas, tentu harus diantisipasi supaya tidak terjadi bentrokan antar suporter,” katanya.

Kapolres menegaskan larangan berlaku untuk seluruh kegiatan nobar Persib maupun Persija di wilayah hukum Polres Cirebon Kota sebagai bentuk penerapan asas keadilan dan menjaga kondusivitas wilayah. Selain itu, pihak kepolisian juga telah memberikan imbauan kepada sejumlah pengelola kafe yang selama ini kerap menjadi lokasi nobar agar tidak memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Beberapa tempat yang biasa digunakan nobar sudah kami imbau agar tidak memfasilitasi kegiatan ini,” ucapnya.

Polres Cirebon Kota turut mengimbau masyarakat untuk menyaksikan pertandingan dari rumah masing-masing dan tidak melakukan konvoi maupun arak-arakan setelah pertandingan berlangsung.

Menurut Eko, konvoi dengan jumlah massa besar berpotensi memicu gesekan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun para suporter sendiri.

“Silakan menonton di rumah masing-masing. Tidak ada arak-arakan dan tidak ada konvoi demi keselamatan bersama,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....