Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Inklusi di Cirebon

  • 06 Mei 2026 13:34 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Isu pendidikan inklusi di wilayah Cirebon dinilai masih belum berkembang secara optimal di berbagai jenjang pendidikan. Keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia menjadi tantangan utama dalam memberikan layanan pendidikan yang setara bagi semua anak.

Wakil Dekan I Akademik FITK UINSSC, Dr. Hj. Atikah Syamsi mengatakan kesadaran terhadap pendidikan inklusi masih perlu ditingkatkan. "Isu sekolah inklusi ini memang belum banyak yang mendorong isu-isu inklusi,” ujarnya kepada RRI, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menyebut kampus berupaya menghadirkan sekolah inklusi melalui program laboratorium pendidikan yang berbasis praktik langsung. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam implementasinya, pihak kampus bekerja sama dengan berbagai institusi untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik inklusi. “Kami bekerja sama dengan UPI untuk mengarahkan dan mendampingi pendidikan inklusi,” ucapnya.

Kerja sama tersebut dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan yang memiliki kompetensi khusus di bidang inklusi. Hal ini bertujuan untuk memastikan tenaga pendidik memiliki pemahaman yang tepat dalam menangani siswa inklusi.

Ia menambahkan pelatihan dan pendampingan terus dilakukan agar tenaga pendidik mampu memberikan layanan pembelajaran yang sesuai. Proses pembelajaran diharapkan berjalan optimal sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik secara menyeluruh.

Keterbatasan tenaga ahli menjadi kendala sehingga kolaborasi lintas lembaga menjadi solusi untuk memperkuat sistem pendidikan inklusi. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan sekolah inklusi di wilayah Cirebon secara berkelanjutan.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....