BPBD Kota Cirebon Tingkatkan Kesiapsiagaan lewat Simulasi Bencana

  • 27 Apr 2026 14:42 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan simulasi. Upaya tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang diperingati setiap 26 April.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Sunardi, S.Sos menyampaikan bahwa potensi bencana di Kota Cirebon tergolong pada tingkat rendah hingga sedang. Ancaman yang paling sering terjadi di wilayah tersebut adalah banjir yang sebagian berasal dari kiriman air wilayah hulu.

Kesadaran masyarakat dinilai mengalami peningkatan setelah dilakukan sosialisasi secara rutin oleh pemerintah bersama aparat kelurahan. Salah satu perubahan yang terlihat adalah semakin berkurangnya kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai.

Selain itu, BPBD Kota Cirebon juga mendorong pelaksanaan simulasi kebencanaan di lingkungan instansi dan sekolah. Kegiatan simulasi sederhana telah dilaksanakan di sejumlah fasilitas kesehatan serta diikuti puluhan guru dari tingkat SD dan SMP yang kemudian menerapkannya di sekolah masing-masing.

Sunardi mengatakan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masyarakat. “Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan agar mampu mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mengetahui langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujar Sunardi kepada RRI, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini telah terbentuk sejumlah kelurahan tangguh bencana yang berperan dalam memetakan potensi risiko di wilayah masing-masing. Program sosialisasi juga terus dilaksanakan di tingkat kecamatan dengan melibatkan ratusan warga secara bertahap.

Selain menghadapi potensi banjir, BPBD Kota Cirebon juga rutin melakukan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Setiap tahunnya, ratusan ribu liter air bersih disalurkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PDAM dan pemerintah daerah, ucapnya.

Sunardi menambahkan bahwa hingga saat ini wilayah yang mengalami kekeringan masih terbatas pada daerah tertentu dan belum mengalami perluasan signifikan. “Kami berharap kondisi kekeringan tidak semakin meluas dan koordinasi antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat tetap berjalan baik dalam upaya penanggulangan bencana,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....