Stigma Sosial Membuat Korban Kekerasan Seksual Memilih Diam

  • 24 Apr 2026 12:41 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Banyak korban kekerasan seksual masih belum berani menyampaikan pengalaman yang dialaminya kepada publik. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya penanganan serta pemulihan korban secara menyeluruh.

Psikolog klinis MHC Cirebon, Sofia Halida Fatma, menyebut rasa malu menjadi hambatan utama korban. Selain itu, tekanan sosial dan stigma juga membuat korban memilih untuk diam dan memendam pengalaman.

Ia menjelaskan faktor psikologis seringkali membuat korban merasa tidak aman untuk bercerita. “Karena malu, korban sering tidak berani menyampaikan pengalaman yang dialaminya,” katanya kepada RRI pada Selasa, 21 April 2026.

Ia menambahkan kondisi tersebut dapat memperburuk dampak psikologis korban dalam jangka panjang. Perasaan terpendam berpotensi memicu trauma mendalam dan gangguan emosional berkepanjangan.

Selain itu, kurangnya ruang aman membuat korban sulit mempercayai orang lain untuk bercerita. Hal ini menyebabkan proses pemulihan menjadi lebih lambat dan tidak optimal bagi korban.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan agar korban berani mengungkapkan pengalaman yang dialami. “Korban perlu merasa aman dan tidak dihakimi saat menyampaikan pengalaman tersebut,” ucapnya.

Lingkungan yang suportif dinilai penting untuk mendorong korban agar berani speak up secara terbuka. Dukungan sosial dapat membantu korban merasa lebih aman dalam proses pemulihan psikologis.

Dengan meningkatnya keberanian korban untuk berbicara, penanganan kasus dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini juga membantu menekan angka kekerasan seksual di masyarakat secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....