WCC Cirebon Soroti Hambatan Korban Ungkap Kasus Kekerasan

  • 24 Apr 2026 10:22 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Keberanian korban untuk speak up masih menjadi tantangan utama penanganan kasus kekerasan seksual. Berbagai hambatan psikologis dan sosial membuat korban memilih diam dan memendam pengalaman traumatisnya.

Direktur Women Crisis Center Mawar Balqis Cirebon, Dra. Hj. Masrokhah, menyampaikan sejumlah faktor utama penghambat korban. Faktor tersebut meliputi ancaman, rasa malu, serta keengganan menghadapi proses pelaporan yang panjang.

“Kalau perempuan diancam itu paling takut. Yang kedua, karena malu. Yang ketiga enggak mau ribet,” ujarnya kepada RRI Senin, 20 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat korban memilih memendam peristiwa yang dialaminya. Dampaknya, korban berisiko mengalami trauma berkepanjangan hingga membutuhkan penanganan profesional dari tenaga ahli.

Selain itu, memendam masalah justru memperburuk kondisi psikologis korban dalam jangka panjang. Perasaan takut dan malu dapat berkembang menjadi tekanan mental serius jika tidak ditangani.

“Kalau ada laporan ya dia bergerak. Kalau enggak ada ya diam-diam aja,” katanya.

Ia menambahkan bahwa peran institusi sangat bergantung pada keberanian korban melaporkan kasus tersebut. Tanpa adanya laporan, proses penanganan tidak dapat dilakukan secara maksimal oleh pihak terkait.

Dengan meningkatnya keberanian korban untuk berbicara, penanganan kasus diharapkan menjadi lebih optimal. Dukungan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam mendorong korban berani melapor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....