KAI Tutup Perlintasan Ilegal untuk Cegah Kecelakaan

  • 21 Apr 2026 20:03 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api melalui penertiban perlintasan sebidang. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap tingginya potensi kecelakaan di perlintasan yang tidak resmi.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa jumlah perlintasan di wilayahnya masih cukup banyak dan belum seluruhnya dijaga. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.

“KAI mencatat terdapat 175 perlintasan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 perlintasan dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat, sedangkan 42 perlintasan lainnya masih belum dijaga,” ujarnya pada keterangan rilis, Selasa, 21 April 2026.

Sejak Januari hingga April 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah menutup dua perlintasan sebidang ilegal di wilayah operasionalnya. Penutupan tersebut dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan aparat kewilayahan.

Adapun lokasi penutupan berada di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Subang yang dinilai memiliki potensi bahaya tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan tertib.

“KAI Daop 3 Cirebon mengimbau masyarakat agar tidak membuka perlintasan ilegal karena dapat membahayakan keselamatan bersama,” katanya.

Selain penutupan, KAI juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan jalur alternatif yang lebih aman. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan angka kecelakaan di perlintasan dapat terus ditekan. Kesadaran dan kepatuhan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama di lingkungan perkeretaapian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....