Kankemenag Kabupaten Cirebon Perkuat Pendidikan Inklusi bagi Disabilitas

  • 19 Apr 2026 19:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Penguatan pendidikan inklusif di madrasah terus didorong, meski masih menghadapi berbagai tantangan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cirebon, H. Slamet, saat menjadi narasumber dalam talkshow Pelatihan Penguatan Kapasitas Organisasi Penyandang Disabilitas, Kamis, 16 April 2026 di Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). Program tersebut merupakan sebuah kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya dalam penguatan pendidikan inklusif.

Ia mengatakan salah satu tantangan pendidikan inklusif di madrasah yang dihadapi diantaranya keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan anggaran. “Guru-guru kita sebagian besar belum memiliki kompetensi khusus dalam menangani anak disabilitas, sarana juga masih terbatas, dan anggaran tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, kami tetap berupaya memberikan layanan terbaik,” katanya dikutip dari rilis Kankemenag Kabupaten Cirebon.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui program INOVASI. Ia pun mengapresiasi peran INOVASI yang dinilai mampu memberikan arah dan dukungan nyata bagi pengembangan program inklusi di madrasah.

“Kehadiran INOVASI ini menjadi energi baru bagi kami. Dengan adanya pendampingan dan kolaborasi, kami bisa lebih terarah dalam mengembangkan pendidikan inklusi di madrasah,” ujarnya.

Ia menuturkan, madrasah di bawah naungan Kemenag sejak awal telah membuka ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus tanpa diskriminasi. “Sejak awal, madrasah tidak pernah membeda-bedakan. Semua anak diterima, termasuk yang berkebutuhan khusus. Ini bukan hal baru bagi kami, hanya saja saat ini semakin diperkuat dengan regulasi yang ada,” katanya.

Menurutnya, dari sekitar 733 madrasah di Kabupaten Cirebon, mayoritas masih berstatus swasta, sehingga penguatan layanan pendidikan inklusif membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....