Pola Pikir Jadi Faktor Utama Perubahan Budaya Bersih
- 18 Apr 2026 14:03 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Penerapan budaya bersih dinilai tidak akan sulit jika masyarakat menjadikannya sebagai kebutuhan. Pola pikir ini menjadi kunci dalam membangun kebiasaan hidup bersih di lingkungan masyarakat.
Ketua DPW C-3 Wilayah Jabar 2, Haris Yanto, menegaskan bahwa anggapan kebersihan sebagai hal yang sulit perlu diubah. Ia menyebut, segala sesuatu yang menjadi kebutuhan pasti akan diupayakan.
“yang sebelumnya saya sampaikan bahwa kebersihan itu kan kebutuhan. Sesuatu hal apa yang ketika dia butuh kemudian dia nyatakan susah. Saya butuh minum, maka dia akan berusaha mencari air minum. Saya butuh makan, maka dia akan berusaha keras untuk bagaimana bisa makan,” ujarnya kepada RRI dalam acara Green Radio, Sabtu, 11 April 2026.
Ia menilai bahwa kesadaran individu menjadi titik awal dalam perubahan perilaku masyarakat. Kebersihan harus dimulai dari diri sendiri sebelum meluas ke lingkungan sekitar.
“Maka berangkatlah dari pribadi dulu saya katakan tadi kan. Bahwa pribadi masing-masing masyarakat Cirebon dan sekitarnya butuh sekali terhadap kebersihan, ya. Untuk sekali terhadap kebersihan,” katanya.
Menurutnya, jika kesadaran sudah terbentuk, maka perubahan akan terjadi secara alami. Hal ini akan berdampak pada lingkungan yang lebih tertib dan sehat.
Ia menambahkan bahwa peran masyarakat sangat menentukan dalam keberhasilan gerakan kebersihan. Pemerintah akan lebih mudah menjalankan program jika masyarakat sudah sadar.
Dengan menjadikan kebersihan sebagai kebutuhan, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan. Langkah kecil dari individu akan membawa perubahan besar secara kolektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....