Kasus Penculikan Anak Picu Kekhawatiran Dampak Psikis
- 15 Apr 2026 13:51 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Kasus penculikan anak di Cirebon menyoroti dampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Pendampingan yang tepat dinilai penting untuk membantu proses pemulihan anak.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya, Siti Nuryani, menjelaskan bahwa dampak emosional muncul baik dalam jangka pendek maupun panjang. Kondisi ini membutuhkan perhatian khusus dari keluarga dan lingkungan sekitar.
“Biasanya ini kan kita kalau lihat dari emosional, nanti jangka pendeknya ini, biasanya anak ini akan selalu emosi yang murung-murung, murung dulu. Dia tidak mau berbicara karena traumanya kan luar biasa. Apalagi jika disekap seperti itu ya. Biasanya dia itu lebih senang menyendiri, tidak mau banyak bicara, dia akan tetap di kamar saja, gitu,” ujarnya kepada RRI, Selasa, 14 April 2026.
Ia menyebutkan, trauma yang tidak ditangani dapat berdampak panjang terhadap kondisi mental anak. Bahkan, korban bisa mengalami ketakutan berlebihan hingga sulit berinteraksi sosial.
“Jangka panjangnya biasanya dia itu akan suatu kayak dendam. Dendam lah pokoknya, dendam-dendam. Yang lebih parah lagi, akan takut untuk berhadapan dengan lawan jenis itu. Ketakutan yang luar biasa,” ucapnya.
Pendampingan emosional dari keluarga menjadi langkah awal yang penting. Lingkungan yang aman akan membantu anak merasa lebih tenang.
Selain itu, peran tenaga profesional juga dibutuhkan dalam proses pemulihan. Penanganan yang tepat dapat mengurangi dampak trauma berkepanjangan.
Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan anak dapat kembali menjalani aktivitas normal. Masyarakat juga diimbau untuk lebih peduli terhadap kondisi korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....