Meningkatnya Lalu Lintas Ternak Antar Daerah Jadi Tantangan Pengendalian PMK

  • 14 Apr 2026 16:03 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Tingginya lalu lintas ternak antar daerah menjadi salah satu faktor utama sulitnya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Masuknya hewan dari luar daerah tanpa pengawasan ketat berpotensi terjadinya penyabaran virus.

Medik Veteriner Madya Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, drh. Nina Triana Murti, mengatakan vaksinasi ternak sebenarnya telah dilakukan secara rutin sejak awal tahun. “Iya, sudah kita mulai vaksinasi, sekarang yang lagi banyak itu kan penyakit mulut dan kuku. Vaksinasi juga merupakan program pemerintah pusat yang sudah sepanjang tahun kita laksanakan,” katanya saat dihubungi RRI pada Senin 13 April 2026.

Namun demikian, ia mengungkapkan arus masuk ternak dari luar daerah menjadi tantangan besar dalam pengendalian penyakit tersebut. “Peternak kita kan banyak mendatangkan sapi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk kurban, ini rupanya sapi itu datang tahu-tahu sudah bergejala, belum lama di sini menimbulkan gejala,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi ini diperparah dengan minimnya kelengkapan dokumen kesehatan hewan yang menyertai ternak yang masuk. Padahal, sesuai aturan, setiap pengiriman ternak antar daerah wajib dilengkapi dokumen seperti Sertifikat Veteriner dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan.

“Setiap orang yang mengirimkan hewan dari satu daerah ke daerah lain itu harus dilengkapi dengan sertifikat veteriner, paling tidak sudah divaksin sebulan sebelum diberangkatkan,” katanya.

Ia menyebut ketidakpatuhan terhadap aturan tersebut membuat pengendalian PMK semakin sulit dilakukan. “Itu memang agak sulit untuk dikendalikan, karena berdatangannya sapi-sapi kurban dari luar daerah,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran pelaku usaha ternak dalam memanfaatkan sistem administrasi digital yang telah disediakan pemerintah. “Banyak yang enggan memakai itu, seandainya mereka pakai dan minta divaksin, berarti kan mereka sudah ada proteksi terhadap PMK,” ucapnya.

Untuk meminimalisasi risiko penularan, ia mengimbau agar ternak yang baru datang dipisahkan sementara dari ternak lama. “Seharusnya diisolasi, yang baru ini harus dipisahkan selama dua minggu dari ternak yang lama,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran pembeli dalam memastikan kesehatan hewan kurban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....