DLH Kabupaten Cirebon Dorong Pengurangan Sampah sejak dari Sumbernya

  • 12 Apr 2026 21:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Persoalan sampah di Kabupaten Cirebon dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan teknis. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon menegaskan, solusi utama justru harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan, penanganan sampah akan efektif jika melibatkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber.

“Bahwa sampah ini dapat selesai bila kita kolaborasi. Dengan hal yang sangat sederhana sekali, memilah sampah dari rumah, dari sumbernya. Misalkan sampah plastik, anorganik, dan organik,” ujarnya Jumat, 10 April 2026.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah organik sebenarnya dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat tanpa membutuhkan lahan luas. Salah satunya melalui metode biopori yang dinilai praktis dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

“Kalaupun dijadikan untuk pupuk, dalam hal ini biopori yang sederhana di rumah masing-masing, saya kira tidak begitu memerlukan lahan yang luas,” katanya.

Ia menambahkan, jika pemilahan dan pengolahan sampah dilakukan secara konsisten, maka volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa ditekan secara signifikan. Bahkan, ke depan TPA diharapkan hanya menampung sampah residu yang benar-benar tidak dapat diolah kembali.

“Saya pengen ke depan, yang ke TPA itu hanya residunya saja. Sehingga kita tidak membutuhkan luas lahan yang besar,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi ekonomi dari sampah, terutama plastik yang kini memiliki nilai jual tinggi. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik dengan beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.

“Plastik sekarang begitu mahal. Saya sarankan kepada masyarakat, gunakan kembali seperti orang-orang tua kita, gunakan daun jati atau daun pisang untuk membungkus. Itu lebih mudah terurai dibanding plastik,” katanya.

Ia berharap, kesadaran kolektif masyarakat dapat terus ditingkatkan agar persoalan sampah tidak semakin membebani lingkungan. Ia menegaskan, upaya menciptakan Kabupaten Cirebon yang bersih dan asri hanya dapat terwujud melalui partisipasi aktif seluruh warga.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, mari kita berkolaborasi untuk penanganan sampah, sehingga Kabupaten Cirebon bersih dan asri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....