Disdik Kota Cirebon Pastikan Penyesuaian Kurikulum Lima Hari Sekolah Aman

  • 12 Apr 2026 18:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Pendidikan Kota Cirebon memastikan penyesuaian kurikulum dalam kebijakan lima hari sekolah tidak menimbulkan kendala berarti. Pemetaan kurikulum telah dilakukan berdasarkan regulasi yang jelas dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendidik Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. Ade Cahyaningsih, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa pihaknya hanya mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam peraturan menteri. Penyesuaian lebih difokuskan pada kondisi khas di setiap daerah.

“Tidak ada masalah karena pemetaan kurikulumnya juga dari Peraturan Menteri sudah ada, tinggal kita mengikuti. Yang kita mitigasi itu keanekaragaman di tiap daerah, termasuk di Kota Cirebon yang memiliki karakter sebagai Kota Wali sehingga kegiatan madrasah sore juga harus diperhatikan,” ujar Ade Cahyaningsih kepada RRI Kamis, 9 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan madrasah sore menjadi salah satu unsur penting dalam pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, penjadwalan kegiatan belajar disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas keagamaan tersebut.

“Dengan adanya sekolah lima hari ini apakah mengganggu atau tidak, itu sudah kita mitigasi dan hasilnya tidak. Tidak ada tantangan yang berarti karena aturan sudah jelas, sehingga kita tinggal mengimplementasikan sesuai kondisi daerah masing-masing,” ucapnya.

Selain kurikulum, waktu istirahat siswa juga menjadi perhatian dalam penerapan kebijakan lima hari sekolah. Disdik memastikan bahwa waktu istirahat siswa tidak mengalami pengurangan meskipun hari belajar menjadi lebih singkat.

“Kalau kita lihat masih aman, istirahat tetap dua kali. Istirahat kedua untuk istirahat, sholat, dan makan itu tetap satu jam, kemudian istirahat pertama sekitar 30 menit di rentang waktu jam 9 sampai jam 10,” katanya.

Menurutnya, waktu istirahat sangat penting bagi siswa sekolah dasar yang membutuhkan aktivitas fisik lebih banyak. Anak-anak tetap diberi kesempatan untuk bergerak aktif seperti berlari dan bermain agar tetap segar saat mengikuti pembelajaran.

Ade menambahkan bahwa kebutuhan jam belajar dalam sistem lima hari sekolah rata-rata hanya sekitar 4,6 jam per hari. Dengan tambahan waktu istirahat sekitar satu setengah jam, total durasi siswa berada di sekolah dinilai masih dalam batas aman dan tidak memberatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....