Disdik Kota Cirebon Sebut Ekstrakurikuler Tantangan Sekolah Lima Hari
- 12 Apr 2026 18:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Pendidikan Kota Cirebon mengakui bahwa penerapan kebijakan lima hari sekolah tetap memiliki sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya. Namun, tantangan tersebut dinilai relatif kecil dan telah dimitigasi sebelum kebijakan diterapkan di satuan pendidikan.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidik Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. Ade Cahyaningsih, S.Pd., M.Pd menyebutkan bahwa tantangan utama berada pada pengaturan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Penyesuaian jadwal ekskul perlu dilakukan agar tetap memberikan kenyamanan bagi peserta didik.
“Kalau saya melihat, tantangan itu pasti ada tapi kelihatannya kecil dan kita sudah mitigasi, terutama pada kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler itu ada yang sebelumnya difokuskan di hari Sabtu, sehingga sekarang perlu disebar kembali agar anak tetap nyaman mengikuti kegiatan setelah hari sekolah,” ujarnya kepada RRI Kamis, 9 April 2026.
Ia menambahkan bahwa perubahan jadwal ekskul justru dinilai dapat memberikan motivasi tambahan bagi siswa. Dengan adanya libur di hari Sabtu, siswa memiliki waktu lebih longgar untuk beristirahat maupun melakukan aktivitas lain.
“Kalau saya melihat anak-anak justru lebih bersemangat karena Sabtu libur, sehingga mereka punya waktu untuk beristirahat dan melakukan hal lain yang mereka sukai. Intinya semua membutuhkan motivasi, dan motifnya bisa jadi karena mereka merasa lebih happy dengan jadwal baru,” ucapnya.
Ade menjelaskan bahwa sebelum kebijakan diterapkan, pihaknya telah melakukan kajian secara menyeluruh terhadap kurikulum dan aktivitas sekolah. Pemetaan dilakukan untuk memastikan efektivitas proses belajar serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler tetap berjalan optimal.
“Risiko yang mungkin timbul itu sudah kita mitigasi terkait efektivitas dan efisiensi, dan juga pelayanan di kelas sudah dipetakan sedemikian rupa. Kami mengkaji beberapa minggu sebelum implementasi dengan memetakan kurikulum, ekskul, kokurikuler, serta kesiapan tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua,” katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler di jenjang sekolah dasar umumnya masih bersifat pengenalan. Oleh karena itu, penyesuaian jadwal di tingkat SD dinilai lebih fleksibel dibandingkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Menurutnya, sebagian besar kegiatan ekskul di SD masih bertujuan membuka peluang dan mengenalkan minat bakat siswa. Hal tersebut membuat penyesuaian kebijakan lima hari sekolah relatif lebih mudah diterapkan di jenjang pendidikan dasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....