STS Berbasis Digital Diterapkan di SD Majalengka
- 09 Apr 2026 13:59 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Suasana ruang kelas di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kini tampak berbeda. Tak lagi dipenuhi tumpukan kertas soal, pelaksanaan Penilaian Sumatif Tengah Semester (STS) justru bergeser ke layar digital, menandai babak baru transformasi pendidikan di daerah tersebut.
Sejak Senin, 6 April 2026, Dinas Pendidikan Majalengka resmi menerapkan sistem penilaian berbasis digital di seluruh SD. Kebijakan ini tidak hanya mengubah metode evaluasi belajar siswa, tetapi juga menjadi strategi konkret dalam menekan beban anggaran pendidikan sekaligus mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan sekolah.
Langkah ini selaras dengan arah kebijakan nasional yang didorong oleh Prabowo Subianto, yang menempatkan digitalisasi pendidikan sebagai salah satu prioritas utama. Dukungan pemerintah pusat pun diwujudkan melalui distribusi perangkat Interaktif Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah sebagai sarana pembelajaran interaktif.
Implementasi di lapangan dilakukan secara bertahap sesuai jenjang kelas. Untuk siswa kelas 1 hingga 3, proses penilaian dilakukan menggunakan IFP, di mana soal ditampilkan melalui layar di depan kelas dan dipandu langsung oleh guru. Sementara itu, siswa tetap mengerjakan jawaban secara manual di lembar yang disediakan.
Berbeda dengan kelas bawah, siswa kelas 4 hingga 6 sudah sepenuhnya memanfaatkan perangkat digital. Ujian dilaksanakan melalui handphone dengan berbagai platform seperti Google Form, Moodle, Web CBT, hingga Web DAAI Score yang telah disiapkan oleh masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, RD Umar Maruf, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari strategi efisiensi anggaran yang terukur.
"Dengan sistem digital, biaya operasional seperti pencetakan soal bisa ditekan. Anggaran dari dana BOS yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan tersebut dapat dialihkan ke pos lain yang lebih produktif," ujarnya, Kamis 9 April 2026.
Lebih jauh, ia menyebut program ini sebagai bentuk inovasi daerah dalam mendukung program pembangunan yang diusung Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Digitalisasi penilaian dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi "Majalengka Langkung SAE" yang menekankan kemajuan berbasis efisiensi dan teknologi.
Tak hanya itu, pemanfaatan IFP untuk kelas bawah juga menjadi langkah optimalisasi bantuan pemerintah pusat, sehingga proses belajar mengajar dan evaluasi berjalan lebih interaktif serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur turut menjadi perhatian utama. Sekolah-sekolah telah mengantisipasi berbagai kendala teknis dengan menyediakan fasilitas pendukung, mulai dari peminjaman perangkat gawai hingga penyediaan akses internet bagi siswa.
Sementara itu, Ketua Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Majalengka, Ading, menegaskan bahwa penerapan ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya digital sejak dini.
"Untuk kelas 1 sampai 3 menggunakan Interaktif Flat Panel dengan panduan guru, sedangkan kelas 4 hingga 6 sudah menggunakan berbagai aplikasi berbasis digital melalui gawai," jelasnya.
Menurutnya, skema tersebut tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan pengalaman belajar digital yang terstruktur bagi siswa tanpa membebani orang tua, karena seluruh fasilitas telah difasilitasi oleh pihak sekolah.
Melalui penerapan STS berbasis digital ini, Pemkab Majalengka mempertegas komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih modern, efisien, dan selaras dengan perkembangan teknologi serta kebijakan nasional, sebuah langkah nyata menuju masa depan pendidikan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....