Pembongkaran Rel Kalibaru Berisiko Hilangkan Jejak Sejarah

  • 04 Apr 2026 12:57 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Rencana pembongkaran rel kereta api tua yang berada di samping Jembatan Kalibaru, Kota Cirebon, memunculkan perhatian serius dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya terkait potensi hilangnya nilai sejarah dan identitas kota yang melekat pada kawasan tersebut. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa melalui kajian mendalam yang melibatkan berbagai perspektif.

Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI–Polri (GM FKPPI) Kota Cirebon, M. Dany Jaelani, menegaskan bahwa pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan objek yang memiliki nilai historis. Ia menilai Jembatan Kalibaru bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan bagian dari jejak peradaban yang telah lama menjadi bagian dari wajah Kota Cirebon.

“Setiap objek yang memiliki potensi nilai sejarah harus dikaji secara serius agar tidak hilang begitu saja akibat keputusan yang terburu-buru,” ucapnya dalam keterangan rilis pada Sabtu, 4 April 2026. Ia menekankan pentingnya penelitian komprehensif sebelum menentukan langkah pembongkaran.

Menurutnya, pemerintah seharusnya melakukan sejumlah tahapan penting, mulai dari penelitian sejarah yang mendalam, dokumentasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan, hingga konsultasi dengan para ahli di bidang sejarah, arsitektur, dan konservasi. Langkah tersebut dinilai penting agar keputusan yang diambil memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan berbagai alternatif kebijakan yang memungkinkan objek tersebut tetap dipertahankan tanpa mengabaikan kebutuhan pembangunan. Pendekatan ini dinilai dapat menjaga keseimbangan antara pelestarian sejarah dan pengembangan kota.

“Pemerintah perlu membuka ruang dialog dengan sejarawan, masyarakat sekitar, serta para ahli agar mendapatkan gambaran yang utuh dan objektif,” katanya. Ia menilai partisipasi publik menjadi kunci dalam menentukan kebijakan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dany melihat Jembatan Kalibaru memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah yang dapat memberikan nilai tambah bagi Kota Cirebon. Dengan penataan yang tepat, kawasan tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat identitas daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan revitalisasi bangunan bersejarah di daerah lain yang mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah mempertimbangkan opsi pelestarian dan integrasi Jembatan Kalibaru dalam pengembangan kawasan Kota Tua Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....