Perkuat Identitas Daerah, Pemkab Cirebon Luncurkan Salam “Kulanuun–Mangga”

  • 04 Apr 2026 02:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi memperkenalkan salam “Kulanuun–Mangga” sebagai identitas budaya daerah. Salam ini diluncurkan pada peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, Kamis, 2 April 2026.

Bupati Cirebon Imron menyebut langkah ini sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai lokal yang telah lama berkembang di masyarakat. Imron menjelaskan bahwa salam tersebut sejatinya bukan hal baru, melainkan kebiasaan lama yang diangkat kembali agar lebih dikenal luas.

“Kalau kita bertemu, ada kebiasaan yang jadi ciri khas kita. Itu yang sekarang kita angkat lagi,” ujarnya.

Salam khas ini merupakan hasil gagasan Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama para pegiat budaya. Proses perumusannya dilakukan melalui diskusi bersama untuk memperkuat identitas lokal yang telah mengakar.

Ia menegaskan bahwa “Kulanuun–Mangga” tidak dimaksudkan menggantikan salam nasional atau keagamaan, melainkan sebagai pelengkap. “Jadi, tetap dipakai semua, ini hanya menambah ciri khas Kabupaten Cirebon,” katanya.

Dalam praktiknya, salam tersebut akan digunakan berdampingan dengan salam lain seperti “Assalammualaikum”, “Salam sejahtera”, dan “Sampurasun” di berbagai kegiatan resmi maupun sosial. Pemerintah daerah juga berencana membiasakan penggunaannya dalam setiap sambutan acara di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Pemerintah daerah Kabupaten Cirebon terus berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan budaya. Upaya ini dinilai penting agar warisan budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penguatan simbol budaya seperti salam tersebut penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat. Ia menyebut Cirebon memiliki keunggulan karena warisan budayanya masih terjaga dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Keunggulan Kabupaten Cirebon itu peninggalannya masih ada, terlihat, dan hidup di masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan sosial agar potensi budaya dapat menjadi kekuatan masa depan.

Berdasarkan Rilis

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....