Penyampaian aspirasi di depan Kantor Bupati Indramayu berujung pengrusakan

  • 02 Apr 2026 12:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Petani tambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) melakukan aksi demo, Kamis, 2 April 2026. Aksi ini terkait penolakan proyek strategis nasional revitalisasi sistem budidaya ikan nila salin yang digagas Kementerian KKP dan Perhutani, karena dinilai merugikan petani tambak.

Halaman Pendopo kantor Bupati Indramayu menjadi lokasi aksi, yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Para pendemo menyampaikan orasi secara tegas menolak proyek tersebut karena dianggap merugikan petani tambak sepanjang pesisir Indramayu.

"Kami menolak dengan tegas proyek revitalisasi tersebut dan meminta Pemkab Indramayu berpihak kepada petani tambak," ujar Hata, Koordinator Umum demo. Situasi semakin memanas ketika permintaan mereka agar Bupati Lucky Hakim menemui pendemo tidak dikabulkan.

Kekecewaan pendemo memuncak hingga melempari petugas dengan botol air dan membakar atribut, baliho, serta barikade jalan. Kobaran api dan kepulan asap semakin membesar, mengundang perhatian masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan surat pemberitahuan demo oleh Kompi, yang ditandatangani Ketua H. Darsam dan Sekretaris Fahmi Labib serta diketahui Pembina H. Juhadi, tercatat sebanyak 3.100 orang dari empat kecamatan. Kecamatan tersebut meliputi Kandanghaur, Pasekan, Cantigi, dan Losarang.

Sekitar pukul 11 siang, pendemo akhirnya membubarkan diri atas himbauan polisi. Meski begitu, aksi diwarnai perusakan fasilitas umum seperti tiang lampu, kursi, tong sampah, pot, dan tanaman di sepanjang jalan menuju Alun-alun Indramayu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sampai saat ini belum ada catatan resmi terkait kerugian materil atas fasilitas umum yang rusak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....