Polisi Klarifikasi Penemuan Mayat di Majalengka, Dipastikan Bukan Korban Begal
- 29 Mar 2026 14:36 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Warga Desa Gunungmanik, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat di pinggir jalan pada Minggu, 29 Maret 2026. Korban ditemukan dalam kondisi tersungkur, berselimut sarung, dan menyender di pintu gerbang sebuah rumah milik warga setempat.
Peristiwa ini sempat memicu spekulasi di media sosial yang menyebut korban merupakan korban begal. Namun, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Reskrim AKP Udiyanto, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kehilangan barang berharga milik korban.
"Dari hasil pemeriksaan, tidak ada indikasi tindak pidana. Barang milik korban masih lengkap, dan tidak ditemukan luka akibat penganiayaan. Bahkan menurut keterangan pihak keluarga, korban selama ini mempunyai riwayat sakit," ujar AKP Udiyanto kepada RRI Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menambahkan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat hipotermia atau kondisi kedinginan. Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Emo (65), yang saat itu hendak menuju rumah milik H. Popong.
Saat melintas di depan garasi, ia melihat seseorang terbungkus sarung dan mengira sedang tertidur. Namun, setelah dipanggil beberapa kali tanpa respons, saksi mulai curiga. Warga sekitar kemudian berdatangan untuk memastikan kondisi tersebut, hingga akhirnya diketahui bahwa korban telah meninggal dunia.
Polsek Talaga, Polres Majalengka langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan oleh Inafis Satreskrim Polres Majalengka, dengan melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Korban diketahui merupakan warga Desa Gunungmanik dan masih memiliki hubungan keluarga dengan warga sekitar. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk penanganan lebih lanjut.
Polres Majalengka mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban, meski dugaan awal mengarah pada faktor non-kriminal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....