Psikolog: Paparan Konten Negatif Medsos Berisiko pada Mental Anak
- 11 Mar 2026 12:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Paparan konten negatif di media sosial dinilai memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental anak dan remaja. Hal ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya penggunaan gawai oleh anak-anak usia dini.
Psikolog, Mimi Mulyati, S.Psi, menyebut media sosial menyimpan berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi psikologis anak. Konten yang beredar di platform digital sering kali tidak sepenuhnya dapat dikontrol oleh pengguna, terutama anak-anak.
“Risikonya besar sekali, paparannya juga besar sekali bagi anak dan remaja,” ujar Mimi Mulyati kepada RRI Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, salah satu dampak yang kerap muncul adalah perundungan atau bullying di media sosial. Beberapa kasus bahkan menunjukkan anak menjadi korban ejekan atau tekanan dari pengguna lain di dunia maya.
“Pertama, di media sosial itu sering terjadi bullying. Kita bisa melihat beberapa kasus anak yang menjadi korban perundungan karena aktivitas di media sosial,” ucapnya.
Selain itu, Mimi juga menyoroti kemunculan konten pornografi yang bisa muncul secara tiba-tiba saat anak mengakses media sosial. Menurutnya, anak belum memiliki kemampuan yang cukup untuk menyaring konten tersebut.
“Konten pornografi kadang muncul sepintas dan itu sulit dikontrol oleh anak-anak. Hal seperti ini tentu sangat berisiko bagi perkembangan mental mereka,” katanya.
Ia juga menilai gaya hidup hedon atau pamer kemewahan yang sering terlihat di media sosial dapat memengaruhi pola pikir anak. Tanpa pemahaman yang matang, anak bisa menganggap kemewahan sebagai standar hidup yang harus dimiliki.
“Ketika anak melihat influencer dengan gaya hidup mewah, mereka sering kali hanya melihat kesenangannya saja. Akibatnya ada anak yang sampai meminta ganti ponsel atau barang yang sama seperti yang digunakan influencer,” ujarnya.
Mimi menegaskan bahwa dampak negatif media sosial terhadap anak dinilai jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya jika tidak disertai pengawasan. Oleh karena itu, ia menilai pembatasan penggunaan media sosial bagi anak merupakan langkah yang perlu dipertimbangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....