Aktivis Lingkungan Dituntut Kreatif Kelola Sampah Jadi Produk Bernilai
- 08 Mar 2026 12:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Aktivis lingkungan di daerah menghadapi berbagai tantangan dalam upaya mengurangi permasalahan sampah yang terus meningkat. Selain keterbatasan fasilitas, rendahnya kesadaran masyarakat juga menjadi hambatan dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Pemerhati Sosial dan Lingkungan Cirebon, Ajat Drajatulloh, mengatakan para pegiat lingkungan dituntut untuk menghadirkan berbagai ide kreatif dan inovatif agar sampah dapat dimanfaatkan kembali. Menurutnya, kreativitas menjadi kunci agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada pengumpulan, tetapi juga menghasilkan nilai manfaat.
“Untuk aktivis lingkungan, kita harus terus membuat ide-ide kreatif dan inovasi. Sampah ini mau dikemanakan dan mau diapakan agar tidak hanya menjadi masalah,” ujar Ajat Drajatulloh kepada RRI Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa sampah organik umumnya dapat diolah menjadi kompos, pupuk, hingga pakan maggot yang bermanfaat bagi pertanian dan peternakan. Sementara sampah anorganik dapat diolah melalui berbagai metode kreatif seperti pembuatan ecobrick maupun kerajinan dari bahan bekas.
“Contohnya dari botol plastik bisa dibuat ecobrick yang kemudian dibentuk menjadi kursi, meja, atau kerajinan lainnya. Bahkan ban bekas juga bisa diolah menjadi furnitur yang unik,” kata Ajat Drajatulloh.
Selain itu, pemanfaatan teknologi sederhana seperti alat pemilah sampah juga dinilai dapat membantu proses pengolahan limbah. Sampah plastik misalnya dapat dilebur untuk dijadikan berbagai produk kerajinan, termasuk cenderamata atau gantungan kunci.
Ajat menilai kegiatan kreatif tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru.
Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah, mulai dari komunitas, pelaku UMKM hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, persoalan sampah hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama semua pihak secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....