Budaya Patriarki Masih Kuat, Perempuan Rentan Mengalami Kekerasan

  • 08 Mar 2026 04:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Budaya patriarki masih menjadi faktor kuat yang memicu berbagai persoalan yang dialami perempuan di Kabupaten Cirebon. Kondisi ini dinilai masih mempengaruhi posisi perempuan yang kerap dianggap lebih lemah dibanding laki-laki.

Direktur Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis, Dra. Hj. Masrokhah mengatakan, berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi. Hal tersebut menunjukkan kesetaraan gender belum sepenuhnya terwujud.

Ia menjelaskan bahwa budaya patriarki membuat perempuan seringkali tidak mendapatkan ruang untuk menyampaikan perasaannya. Bahkan dalam hubungan rumah tangga, perempuan kerap menjadi pihak yang dirugikan.

“Secara global masih budaya patriarki itu masih kental. Perempuan itu masih dianggap sebagai pihak yang lemah, laki-laki adalah pihak yang lebih kuat,” katanya saat dihubungi RRI pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, banyak perempuan yang mengalami penelantaran oleh suaminya tanpa kejelasan status. Kondisi ini sering disebut sebagai fenomena “ditinggal prung” atau ditinggal tanpa kejelasan.

Menurutnya, perempuan sering kali ditinggalkan tanpa penjelasan apakah mereka diceraikan atau tidak. Situasi tersebut membuat perempuan berada dalam kondisi yang tidak pasti secara hukum maupun sosial.

“Banyak sekali kasus perempuan yang ditinggal tanpa penjelasan, dia itu dicerai atau tidak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus semacam ini tidak hanya terjadi pada masyarakat ekonomi rendah. Bahkan kalangan terpelajar pun tidak luput dari persoalan serupa.

Ia menilai perubahan cara pandang masyarakat terhadap perempuan sangat diperlukan. Tanpa perubahan tersebut, kasus kekerasan dan ketidakadilan terhadap perempuan akan terus berulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....