Distan Kabupaten Cirebon Dorong Budidaya Sorgum untuk Diversifikasi Pangan

  • 07 Mar 2026 16:57 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon mendorong pengembangan tanaman sorgum sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para petani di daerah tersebut. Program ini juga diharapkan mampu memanfaatkan lahan kering yang selama ini belum optimal digunakan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, mengatakan keberhasilan pengembangan sorgum sangat bergantung pada kepastian pasar bagi hasil panen petani. Menurutnya, jaminan pemasaran akan mendorong petani untuk lebih tertarik menanam komoditas tersebut.

“Bagi petani yang penting itu ada yang membeli hasilnya dan harganya menguntungkan. Kalau pemasarannya ada, petani pasti mau menanam,” katanya dalam kegiatan panen sorgum di lahan Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Palawija Plumbon, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, tanaman sorgum memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan banyak air sehingga dapat tumbuh di lahan yang relatif kering maupun marginal. Kondisi ini dinilai sesuai dengan karakter sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.

“Kalau sorgum itu tidak perlu banyak air, jadi lahan yang agak kritis pun masih bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman ini,” ujarnya.

Deni menambahkan, potensi lahan untuk pengembangan sorgum di Kabupaten Cirebon masih cukup luas. Selain kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia, budidaya tanaman ini juga sudah dilakukan oleh sejumlah petani di wilayah lain.

Ia menyebut salah satu kawasan yang telah mengembangkan sorgum berada di Kecamatan Beber melalui program pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Produksi dari wilayah tersebut bahkan dinilai cukup menjanjikan.

“Di Beber sudah ada dari program kementerian dan provinsi, produksinya juga sudah cukup banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyebut Kabupaten Cirebon menjadi daerah percontohan pengembangan tanaman sorgum di tingkat provinsi. Tanaman ini dinilai memiliki potensi besar karena kaya nutrisi, tahan terhadap kekeringan, dan dapat tumbuh di lahan marginal.

“Sorgum ini tanaman yang multifungsi. Bijinya bisa menjadi pangan, batangnya dapat dimanfaatkan untuk biomassa atau bioetanol, sedangkan daunnya bisa menjadi pakan ternak,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanaman tersebut juga memiliki efisiensi dalam budidaya karena dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Pada panen yang dilakukan di lahan seluas sekitar 1,5 hektare, diperkirakan dihasilkan sekitar 1,5 ton benih dengan kelas benih dasar.

Benih tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi benih pokok yang mampu mendukung penanaman hingga sekitar 150 hektare lahan. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas produksi sorgum di Kabupaten Cirebon dan wilayah lain di Jawa Barat.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan sorgum melalui penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Kami ingin menginjeksi teknologi dalam pengolahan sorgum sehingga memberikan nilai tambah bagi para petani,” katanya.

Ia menambahkan, pemanfaatan tanaman sorgum tidak hanya terbatas pada bijinya sebagai bahan pangan. Batang tanaman tersebut juga dapat diolah menjadi biomassa atau bahan baku energi melalui proses pengolahan tertentu.

“Kami menjajaki kerja sama teknologi pengolahan pangan dengan mitra dari China untuk mendukung pengembangan produk turunan sorgum di Jawa Barat,” ucapnya.

Berdasarkan Rilis Pemkab Cirebon

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....