Waduli di Pasar Jagasatru Jadi Barometer Harga Bahan Pokok di Cirebon
- 07 Mar 2026 13:59 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon menghadirkan Warung Peduli Inflasi (Waduli) sebagai salah satu upaya pengendalian harga bahan pokok di pasar tradisional. Program tersebut saat ini baru diterapkan di Pasar Jagasatru sebagai percontohan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, DR. H. Iing Daiman, S.IP., M.Si mengatakan Waduli merupakan inisiatif dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kehadiran warung tersebut bertujuan menjadi acuan harga komoditas bagi pedagang dan masyarakat.
Menurut Iing, untuk sementara Waduli baru tersedia di satu pasar, yakni Pasar Jagasatru. Ke depan, pemerintah berharap program tersebut bisa hadir di lebih banyak pasar di Kota Cirebon.
“Waduli itu sementara kami dari TPID baru memfasilitasi di satu pasar, yaitu Pasar Jagasatru. Harapannya ke depan di semua pasar ada Warung Peduli Inflasi,” ujar Iing pada RRI Jumat, 6 Maret 2026.
Meski demikian, pemerintah belum akan memperluas program tersebut secara cepat. Hal itu dilakukan agar keberadaan Waduli tidak menjadi pesaing bagi para pedagang tradisional di pasar.
Ia menjelaskan, Waduli menjual komoditas sesuai standar harga yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, warung ini berfungsi sebagai barometer harga agar pedagang tetap menjual sesuai ketentuan yang berlaku.
“Waduli ini sebagai barometer saja bahwa harga komoditas di pasar itu seharusnya sekian. Jadi jangan sampai kehadiran kami dari pemerintah justru menjadi kompetitor bagi pedagang,” katanya.
Selain itu, jumlah stok barang di Waduli juga sengaja dibatasi. Kebijakan ini diambil agar pedagang tradisional tetap memiliki ruang usaha dan kesempatan yang sama dalam mencari rezeki.
Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga tanpa mengganggu aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Program Waduli juga diharapkan dapat menjadi acuan transparansi harga bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....