Gubernur Jawa Barat Soroti Perlindungan Warga dalam Sambutan Safari Ramadan

  • 02 Mar 2026 01:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri Safari Ramadan “Tarling Neuleuman Poekna Peuting” di Lapangan Mandala Giri, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian arah pembangunan daerah kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, ia menyinggung persoalan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang masih menimpa warga Jawa Barat, termasuk dari Cirebon. Ia menyebut telah berkomunikasi untuk menangani kasus tersebut agar korban dapat segera dipulangkan seperti penanganan sebelumnya di daerah lain.

“Ada warga Cirebon yang menjadi korban penjualan orang Cina,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Ia mengungkapkan banyak perempuan Jawa Barat yang tergoda janji pekerjaan, iming-iming uang, maupun janji pernikahan dengan mahar besar yang pada akhirnya tidak ditepati. Menurutnya, sejumlah korban bahkan mengalami kekerasan, pembatasan makan, hingga terlilit utang dalam jumlah besar dan meminta bantuan untuk dipulangkan.

Gubernur menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata kesalahan korban, melainkan juga menjadi tanggung jawab kepemimpinan dalam menghadirkan perlindungan dan kesejahteraan. Ia menilai penggunaan anggaran negara harus difokuskan pada kebutuhan masyarakat yang paling mendasar.

“Bukan salah mereka, tapi salah pemimpinnya,” katanya.

Selain menyoroti isu perlindungan warga, ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Cirebon beserta jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada kuwu, camat, RT, RW, serta Karang Taruna yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut sehingga dirinya dapat bertatap muka langsung dengan masyarakat Cirebon. Menurutnya, ruang dialog seperti Safari Ramadan menjadi sarana penting untuk mendengar aspirasi sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan.

Menutup sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk mendoakan terciptanya kedamaian dan keadilan agar generasi mendatang memperoleh masa depan yang lebih baik. Ia meyakini bahwa setiap langkah kebenaran yang diperjuangkan saat ini akan menjadi catatan sejarah dan spirit bagi generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....