Koordinasi Lintas Sektor Jaga Stok Pangan Kuningan jelang Ramadan 2026
- 28 Feb 2026 19:43 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadan 2026 tetap aman dan terkendali. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengatakan pihaknya menggandeng berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan. Kerja sama dilakukan bersama Bulog, perangkat daerah, swasta, hingga pelaku usaha lokal.
Menurutnya, kolaborasi tersebut mencakup penyediaan minyak goreng premium dan Minyakita, daging sapi, telur, ayam, hingga sayur-mayur. Bahan pangan tersebut dipasok dari pengusaha lokal Kabupaten Kuningan untuk mendukung kegiatan GPM.
“Betul, kami tidak bisa melaksanakan sendiri. Program ini berjalan karena kerja sama semua pihak,” ujar Dr. Wahyu Hidayah pada RRI Kamis, 26 Februari 206. Ia menegaskan sinergi tersebut membuat distribusi pangan selama Ramadan berjalan optimal.
Diskatan juga telah merancang kalender tanam jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama komoditas volatile food seperti cabai rawit. Perencanaan dilakukan melalui sistem digitalisasi agar masa panen tepat waktu saat Ramadan dan Idulfitri.
“Memang ada kenaikan signifikan pada cabai rawit karena permintaan meningkat, namun kami sudah mengantisipasi melalui pengaturan jadwal tanam agar pasokan tetap tersedia,” katanya. Ia memastikan perubahan harga masih dalam batas normal.
Selain menjaga produksi lokal, Pemkab Kuningan juga menyiapkan skema cadangan pasokan. Kerja sama dilakukan dengan Rumah Tani Nusantara untuk mendatangkan suplai dari luar daerah apabila terjadi kekurangan stok.
Dr. Wahyu menambahkan program GPM tidak hanya digelar saat Ramadan, tetapi juga pada momentum hari besar keagamaan lainnya. “Dalam satu tahun sudah kami rancang GPM Ramadhan, Idul Adha, Natal, hingga Hari Jadi Kuningan agar seluruh kecamatan mendapatkan giliran,” ucapnya.
Ia menegaskan konsep utama GPM adalah stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi hingga Idulfitri 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....