Program BPBL Sentuh Posyandu dan PAUD Desa

  • 26 Feb 2026 13:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Light Up The Dream (LUTD) dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali direalisasikan di Kabupaten Kuningan. Kali ini, bantuan menyasar tiga kepala keluarga kurang mampu dan tiga fasilitas umum di Dusun Palutungan RT 04 RW 10, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

Berdasarkan data pelaksanaan di lapangan, total terdapat enam sambungan listrik baru yang dipasang dengan daya 900 watt, terdiri dari tiga rumah tangga prasejahtera, dua Posyandu, serta satu lembaga pendidikan anak usia dini, PAUD Anggrek. Penyalaan listrik dilakukan secara simbolis oleh Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan, bersama General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo.

Rokhmat Ardiyan yang juga menjabat sebagai Kapoksi Komisi XII DPR RI menyebut, akses listrik merupakan salah satu indikator dasar kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, listrik berperan dalam mendukung layanan kesehatan dasar seperti Posyandu, kegiatan belajar-mengajar di PAUD, hingga aktivitas ekonomi rumah tangga.

“Daya 900 watt yang terpasang hari ini merupakan hasil kolaborasi DPR, kementerian terkait, PLN, dan masyarakat. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi peningkatan kualitas hidup,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Secara regional, program serupa terus digencarkan di wilayah kerja PLN UID Jawa Barat yang mencakup Tasikmalaya, Cirebon, Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Kuningan. Khusus di Kabupaten Kuningan, tercatat sekitar 3.000 sambungan listrik gratis telah terealisasi melalui berbagai skema bantuan, termasuk BPBL.

Data tersebut menunjukkan tren peningkatan akses elektrifikasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas rasio elektrifikasi nasional. Pemasangan pada fasilitas umum seperti Posyandu dan PAUD juga dinilai berdampak langsung terhadap mutu pelayanan publik di tingkat desa.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyatakan bahwa BPBL dan LUTD merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan listrik berkeadilan.

“Program ini bukan hanya pemasangan listrik gratis, tetapi wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Listrik menjadi fondasi penting untuk mendukung pendidikan, layanan sosial, dan kegiatan ekonomi warga,” kata Sugeng.

Selain pemasangan listrik, kegiatan turut diisi dengan santunan bagi anak yatim dan dhuafa serta pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu. Bantuan tersebut diberikan dalam momentum Ramadan, saat kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

PLN dan DPR RI juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan keandalan pasokan listrik selama Ramadan. Stabilitas layanan dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat.

Dengan tambahan enam sambungan baru di Cisantana, program BPBL diharapkan terus memperluas cakupan penerima manfaat, khususnya pada rumah tangga prasejahtera dan fasilitas layanan dasar di wilayah pedesaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....