Korban Pergerakan Tanah Majalengka Direlokasi Jadi Kampung Wisata
- 19 Feb 2026 14:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Di lereng sunyi Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, jejak retakan tanah masih terlihat jelas. Namun di balik garis patahan itu, harapan baru mulai disusun.
Korban bencana pergerakan tanah Majalengka ini dipastikan akan direlokasi ke kawasan yang lebih aman dan ditata menjadi kampung wisata berbasis hunian tahan gempa.
Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Kamis, 19 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, serta jajaran Forkopimda. Di Balai Desa Sukadana, suasana haru menyelimuti pertemuan antara pemerintah dan warga.
Di hadapan para korban, Dedi Mulyadi menegaskan komitmen Pemprov Jawa Barat untuk memastikan relokasi berjalan cepat, aman, dan bermartabat.
Setiap keluarga terdampak akan menerima bantuan tunai sebesar Rp10 juta. Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan konsep penataan ulang kawasan relokasi dengan pendekatan berbeda membangun hunian berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan konsep kampung wisata.
"Rumah yang dibangun berbahan kayu, lebih ringan dan tahan gempa. Desainnya menonjolkan unsur tradisional, tetapi tetap kokoh dan fungsional. Warga harus kembali tinggal dengan aman dan nyaman," ujar Dedi.
Pemprov Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan rumah kayu yang dirancang fleksibel terhadap guncangan. Setiap unit rumah panggung diproyeksikan menelan biaya sekitar Rp40 juta.
Selain hunian, dana tersebut juga akan digunakan untuk penataan infrastruktur kawasan. Untuk mempercepat pembangunan, Dedi menggandeng Kodim setempat melalui program Karya Bakti.
"Skema ini diharapkan mampu mempercepat proses konstruksi sekaligus memberdayakan sumber daya lokal. Kita tata jalannya, kita buat rumahnya yang bagus. Kampung ini harus berubah menjadi kampung wisata," ucapnya menegaskan.
Konsep kampung wisata ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi relokasi korban pergerakan tanah di Majalengka, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga terdampak.
Penataan lingkungan, estetika bangunan, serta potensi wisata berbasis alam dan budaya akan menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang
Sementara itu, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman memastikan Pemkab Majalengka segera menyiapkan lahan relokasi yang tidak jauh dari Desa Sukadana, namun berada di zona aman dan bebas dari potensi pergerakan tanah.
"Kami siap menyediakan lahan relokasi yang aman. Terima kasih atas perhatian dan langkah cepat dari Bapak Gubernur," ujarnya.
Bagi warga seperti Rohman, kunjungan langsung pimpinan daerah menjadi suntikan semangat di tengah situasi sulit. Ia mengaku merasa diperhatikan dan bersyukur atas respons cepat pemerintah.
Pergerakan tanah di Blok Godabaya, Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, kini bukan sekadar cerita tentang retakan bumi.
Ia menjadi titik balik penataan ulang kehidupan warga. Dari bencana menuju harapan baru, sebuah kampung wisata yang lahir dari keteguhan menghadapi alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....