Cuaca Ekstrem, BPBD Majalengka Catat 14 Bencana Semalam
- 12 Feb 2026 10:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Langit gelap menggantung sejak sore, angin berembus keras membawa hujan yang turun tanpa jeda. Dalam rentang sekitar lima jam, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat yang berubah menjadi rangkaian bencana alam di berbagai wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka mencatat 14 kejadian bencana hanya dalam satu malam. Data tersebut dihimpun dari peristiwa yang terjadi pada Rabu 11 Februari 2026, mulai pukul 14.00 WIB, saat hujan merata mengguyur wilayah Majalengka.
"Kawasan selatan yang dikenal rawan longsor menjadi daerah dengan kejadian terbanyak," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, Kamis 12 Februari 2026
Ia menjelaskan bencana yang terjadi meliputi tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem yang tersebar di 14 desa pada enam kecamatan: Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.
"Dari hasil monitoring dan laporan Pusdalops BPBD, terdapat 14 titik kejadian bencana. Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa," kata Agus Tamim.
Di tengah kondisi cuaca yang belum stabil, tim gabungan bergerak cepat. BPBD Majalengka bersama unsur TNI, Polri, Satpol PP Damkar, BBWS, perangkat daerah, hingga aparat kecamatan dan desa langsung turun ke lokasi.
Asesmen darurat dilakukan, warga terdampak dievakuasi, dan material longsor dibersihkan agar akses masyarakat kembali terbuka. Salah satu dampak paling terasa terjadi di jalur provinsi Maja-Talaga, tepatnya di Cikebo.
"Longsoran material sempat menutup bahu jalan dan membuat arus kendaraan lumpuh selama sekitar satu jam sebelum akhirnya dapat ditangani petugas." Ungkapnya.
Sementara di Kecamatan Panyingkiran, banjir merendam dua desa, yakni Bonang dan Leuwiseeng. Sedikitnya 65 rumah warga dan sebuah rumah ibadah terdampak genangan. Sedangkan, Desa/Kecamatan Kadipaten, sebanyak dua rumah terendam.
"Air kini berangsur surut, namun pendataan kerugian masih terus dilakukan. Banjir yang melanda dua kecamatan ini disebabkan meluapnya Sungai Cimanuk," katanya
Saat ini BPBD juga telah berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk untuk memantau tinggi muka air di Bendung Rentang dan Bendung Kamun, sebagai langkah antisipasi potensi banjir susulan. Sementara pembersihan genangan dan sisa material bencana masih berlangsung di sejumlah titik.
Agus Tamim mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem dinilai masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungannya. Di tengah musim hujan yang belum mereda, Majalengka masih bersiaga, menunggu langit benar-benar kembali tenang," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....