Kirab dan Ziarah Leluhur Teguhkan Majalengka Langkung SAE

  • 10 Feb 2026 16:39 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186, Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Kirab dan Ziarah Sejarah sebagai wujud refleksi masa lalu sekaligus peneguhan arah pembangunan ke depan. Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Bupati Majalengka H. Eman Suherman, Selasa, 10 Februari 2026.

Kirab dimaknai bukan sekadar seremoni, melainkan perjalanan simbolik yang merajut sejarah menuju masa depan Majalengka yang berlandaskan visi Majalengka 'Langkung SAE', sejahtera, aman, dan berkarakter.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Wakil Bupati Majalengka, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua TP PKK, Ketua Baznas, Ketua MUI, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Prosesi diawali dengan kirab berjalan kaki (long march) sejauh kurang lebih dua kilometer, dimulai dari Pendopo Kabupaten Majalengka menuju Kompleks Makam Girilawungan, Majalengka Wetan. Di lokasi tersebut, rombongan melaksanakan ziarah ke makam Bupati pertama Majalengka, R.A.A. Kartadiningrat.

Ziarah ini menjadi simbol kesinambungan nilai perjuangan para pendiri daerah dengan semangat pembangunan Majalengka masa kini. Dalam suasana khidmat, doa bersama dan tabur bunga dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan spiritual dan moral kepada para leluhur.

Sebelum prosesi ziarah, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka H. Didi Supriadi, SH, membacakan sejarah berdirinya Kabupaten Majalengka, mengajak seluruh peserta untuk kembali menapaki jejak awal lahirnya daerah yang kini memasuki usia 186 tahun.

Pemerintah Kabupaten Majalengka secara resmi menetapkan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 Tahun 2026 diperingati setiap 11 Februari. Penetapan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 7 Tahun 2025, yang menetapkan hari lahir Kabupaten Majalengka pada 11 Februari 1840, menggantikan ketentuan sebelumnya yang menyebut 7 Juni 1490.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan, kirab dan ziarah memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran sejarah sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

"Majalengka Langkung SAE tidak lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari sejarah, nilai perjuangan, dan keteladanan para pemimpin terdahulu. Menghormati sejarah adalah langkah awal untuk membangun Majalengka yang sejahtera, aman, dan berkarakter," ujar Eman Suherman.

Ia juga menyampaikan bahwa penetapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka pada 11 Februari telah melalui kajian akademis yang komprehensif, sebagai bagian dari upaya meluruskan sejarah sekaligus memperkuat identitas daerah dalam setiap kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Kehadiran lengkap unsur Forkopimda dalam kirab dan ziarah tersebut mencerminkan kuatnya sinergitas lintas sektor, yang menjadi prasyarat utama terciptanya stabilitas daerah dan percepatan pembangunan yang inklusif serta berkeadilan.

"Kolaborasi, sinergitas, dan kearifan lokal harus terus menjadi roh pembangunan. Dengan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, Majalengka akan terus melangkah maju tanpa kehilangan jati dirinya," kata Bupati.

Rangkaian kirab dan ziarah ditutup dengan penuh kekhidmatan, menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Majalengka selama 186 tahun, sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk mewujudkan Majalengka 'Langkung SAE' yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....