Sekolah dan Orang Tua Waspadai Tekanan Mental Anak

  • 06 Feb 2026 18:13 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon -  Perhatian terhadap kesehatan mental anak usia sekolah dasar semakin menguat seiring munculnya berbagai perubahan perilaku siswa di lingkungan sekolah. Tekanan psikologis dinilai tidak hanya bersumber dari akademik, tetapi juga dari pergaulan dan penggunaan gawai yang berlebihan.

Kepala SDN Kayumalang sekaligus Plt. SDN Karya Mulya 1 Kota Cirebon, Yunita Soviyanti,S.Pd. mengatakan anak-anak saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, anak tidak hanya dituntut belajar secara akademis, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial yang dinamis.

“Anak-anak sekarang tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga belajar menghadapi tekanan dari sekolah, pergaulan, dan lingkungan sekitar,” ujar Yunita pada RRI Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menyebut tekanan psikologis kerap ditandai dengan perubahan perilaku, seperti anak menjadi pendiam, mudah marah, sering mengeluh sakit tanpa sebab jelas, hingga penurunan prestasi belajar. Kondisi ini, kata dia, perlu menjadi perhatian serius guru dan orang tua.

Yunita menilai komunikasi antara orang tua dan anak menjadi kunci penting dalam mendeteksi masalah sejak dini. Namun, ia mengakui masih banyak anak yang justru lebih nyaman bercerita kepada teman sebaya dibandingkan orang tua.

“Sekarang anak-anak lebih banyak curhat ke teman daripada ke orang tua. Ini menjadi tantangan bagi kami di sekolah dan juga bagi keluarga,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah berupaya membangun budaya sekolah ramah anak serta memperkuat komunikasi dengan wali murid. Setiap persoalan antarsiswa diupayakan diselesaikan secepat mungkin agar tidak berdampak pada kondisi psikologis anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....