Industri Manufaktur Serap Tenaga Kerja Terbanyak di Kuningan
- 04 Feb 2026 21:08 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan mencatat capaian positif dalam penyerapan tenaga kerja sepanjang tahun 2025. Dari total 10.715 pencari kerja yang terdaftar, sebanyak 9.809 orang berhasil ditempatkan di berbagai sektor, baik lokal, antar daerah, hingga luar negeri yang kini semakin diminati generasi Z.
Kepala Bidang Pengembangan, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kuningan, Yanto Chrisdianto, mengatakan tren ketenagakerjaan menunjukkan perubahan minat, khususnya di kalangan anak muda yang mulai melirik negara tujuan kerja tertentu.
“Untuk penempatan luar negeri, minat Gen Z cukup kuat. Negara tujuan yang banyak diminati di antaranya Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia, karena faktor gaji, pengalaman kerja, dan jenjang karier,” ujar Yanto, pada Rabu, 4 Februari 2026.
| Baca juga: Polindra Siap Cetak SDM Unggul di Indramayu |
Berdasarkan data Disnakertrans, penempatan tenaga kerja ke luar negeri melalui skema Antar Kerja Antar Negara (AKAN) sepanjang 2025 tercatat sebanyak 311 orang. Sementara secara keseluruhan, sektor Pameran Bursa Kerja (Job Fair) menjadi kontributor terbesar dengan penempatan 4.717 orang.
Disusul jalur Antar Kerja Lokal (AKL) dan Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) yang menyerap 3.084 tenaga kerja, serta Bursa Kerja Khusus (BKK) sebanyak 1.341 orang.
Yanto menjelaskan, lonjakan pencari kerja terjadi pada bulan Mei dan Juni, dengan jumlah pendaftar lebih dari 3.200 orang. Kondisi ini berkaitan erat dengan masa kelulusan sekolah menengah yang didominasi generasi usia produktif.
“Mayoritas pendaftar adalah lulusan baru. Banyak dari mereka sudah memiliki orientasi kerja ke luar negeri, terutama ke Jepang dan Korea Selatan yang membutuhkan tenaga muda terampil,” katanya.
Ia menegaskan, ketersediaan lowongan kerja di Kabupaten Kuningan sebenarnya sangat mencukupi. Sepanjang 2025, tercatat 21.770 lowongan kerja, jauh melebihi jumlah pencari kerja yang terdaftar.
“Tantangan utama bukan pada jumlah lowongan, tetapi pada kesesuaian kompetensi. Negara tujuan kerja memiliki standar keahlian dan bahasa yang spesifik,” ujarnya.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja juga diperkuat melalui program UPTD BLK, Padat Karya, SPPG, serta pendirian KOPDES MP.
Ke depan, menurutnya, Disnakertrans Kuningan berkomitmen mendorong pelatihan kerja yang lebih terarah agar generasi muda siap bersaing, baik di dalam negeri maupun di pasar kerja internasional.
“Harapan kami, Gen Z Kuningan tidak hanya ingin bekerja, tapi benar-benar siap mengisi peluang kerja, termasuk di negara tujuan luar negeri,” ucapnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....