Permintaan Tinggi, SMKN 1 Cirebon Siapkan Lulusan Berkarir di Jepang
- 10 Jun 2026 15:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - SMKN 1 Kota Cirebon terus memperluas peluang kerja bagi lulusannya dengan memperkuat kemitraan bersama industri nasional maupun lembaga penyalur kerja luar negeri, sehingga lulusan tidak hanya terserap di dalam negeri tetapi juga memiliki kesempatan berkarier di pasar kerja global, terutama Jepang. Komitmen tersebut disampaikan Kepala SMKN 1 Kota Cirebon, Ikhwanudin, S.Pd., M.Si., dalam program Dialog Cirebon Menyapa bertema Kesiapan dan Pengawasan Pelaksanaan SPMB SMK Tahun 2026 di Kota Cirebon pada Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan mayoritas lulusan SMKN 1 Kota Cirebon selama beberapa tahun terakhir masih bekerja di sektor industri dalam negeri. Namun sekolah kini mulai mendorong peningkatan penempatan kerja ke luar negeri seiring tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil dari berbagai negara.
“Beberapa tahun terakhir anak-anak kami memang lebih banyak bekerja di domestik, tetapi tahun ini kita akan dorong juga untuk memenuhi kebutuhan di luar negeri karena permintaan di Jepang cukup tinggi, khususnya untuk otomotif dan manufaktur,” ujar Ikhwanudin.
Menurutnya, upaya tersebut didukung oleh kerja sama yang telah dibangun sekolah dengan sejumlah perusahaan dan lembaga resmi yang memiliki legalitas dalam penempatan tenaga kerja ke luar negeri sehingga proses penyaluran lulusan dapat berjalan aman dan sesuai ketentuan. Ia menyebut salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah kerja sama dengan Toyota melalui penyelenggaraan kelas industri yang memberikan pengalaman dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Untuk otomotif kami bekerja sama dengan Toyota dan memiliki kelas Toyota, sementara untuk penempatan luar negeri kami bekerja sama dengan beberapa lembaga yang legal dan memang siap membantu anak-anak kami,” kata Ikhwanudin.
Selain itu, sekolah juga terus mengenalkan berbagai program keahlian yang memiliki prospek besar di masa depan, termasuk Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim yang dinilai sejalan dengan perkembangan industri kreatif digital dan kebutuhan profesi berbasis teknologi. “Kita tidak melihat nanti rapornya seperti apa atau nilainya besar atau kecil, tetapi lebih kepada skill dan karakter anak, karena itu yang menjanjikan di masa depan,” ucap Ikhwanudin.
Ia menambahkan perusahaan maupun lembaga mitra tidak hanya melihat nilai akademik calon tenaga kerja, tetapi juga mempertimbangkan keterampilan dan karakter peserta didik sebagai faktor utama dalam proses rekrutmen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....