Hujan Intensitas Tinggi Picu Banjir di Kabupaten Cirebon

  • 04 Feb 2026 17:23 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi cukup lama memicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon. Curah hujan terjadi merata sejak wilayah hulu di Kuningan hingga wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cirebon, banjir terjadi pada Minggu malam, 2 Februari 2026 sekitar pukul 21.30 WIB. Luapan air berasal dari Sungai Singaraja dan Sungai Singaratu yang melintasi kawasan permukiman warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Handi, mengatakan banjir tersebut berdampak pada enam desa yang tersebar di dua kecamatan. “Dari hasil asesmen kami, kejadian banjir mulai terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan berdampak di enam desa pada dua kecamatan,” katanya kepada RRI, Rabu, 4 Februari 2026.

Enam desa terdampak tersebut berada di Kecamatan Astana Japura dan Kecamatan Pangenan. Desa yang terdampak meliputi Japura Bakti, Japura Kidul, Astanamukti, Pangarengan Wetan, Pangarengan Lor, serta Japura Lor.

Handi menjelaskan, ketinggian genangan air di wilayah terdampak bervariasi. “Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter, rata-rata sekitar 30 sentimeter,” ujarnya.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Cirebon masih melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan. Status banjir masih dalam pemantauan karena potensi perubahan data sesuai perkembangan situasi.

Diakui Handi, BPBD Kabupaten Cirebon juga telah melakukan upaya penanganan dengan mengerahkan tim ke lokasi terdampak, berkoordinasi dengan TNI, Polri, perangkat desa, serta relawan kebencanaan, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah banjir susulan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....