Desa Majakerta Lakukan Pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana
- 29 Jan 2026 20:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Desa Majakerta baru-baru ini menyelenggarakan lokakarya dan pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F.PRB) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana pada Kamis, 29 Januari 2026.
Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, serta memperkuat kapasitas F.PRB dalam mengurangi risiko bencana di desa. Dalam lokakarya ini, peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang penanggulangan bencana, serta strategi untuk mengurangi risiko bencana.
Pengukuhan F.PRB ini dihadiri oleh Forkopimcam Kecamatan Balongan, Tim BPBD Kabupaten Indramayu, PT KPI RU VI Balongan, KKN Mahasiswa UNPAD, Pemdes Majakerta, BPD Majakerta, tokoh masyarakat, dan warga desa, serta tim relawan PETA yang akan dikukuhkan sejumlah 40 anggota, dan penyelenggara dari Human Initiative (HI) yang didukung oleh PT KPI RU VI Balongan.
Dalam sambutannya, Renda Kuwu Desa Majakerta menyampaikan bahwa F.PRB ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. "F.PRB ini akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam menghadapi bencana, kami berharap F.PRB ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana," katanya.
F.PRB Desa Majakerta akan melakukan berbagai kegiatan, seperti pelatihan penanggulangan bencana, simulasi bencana, dan kampanye kesadaran bencana. F.PRB juga akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di desa. "Kami berharap F.PRB ini dapat menjadi mitra yang efektif bagi pemerintah desa dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan mengurangi risiko bencana di desa," ujar Nuryono selaku Ketua F.PRB Desa Majakerta.
Dengan adanya F.PRB ini, masyarakat Desa Majakerta berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, serta mengurangi risiko bencana di desa. Terpisah, Camat Balongan Ade Sukma Wibowo saat dimintai keterangan terkait terbentuknya F.PRB dan di beberapa desa penyangga yang berada di Kecamatan Balongan, mengekspresikan harapan agar bisa memprediksi adanya indikasi bencana-bencana, baik yang disebabkan alam maupun kelalaian dari manusia.
"Alhamdulillah, dengan terbentuknya pemuda tanggap bencana bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar saling waspada dan selalu berkoordinasi meminimalisir insiden-insiden sejak awal, serta seluruh elemen baik dari kepemerintahan bisa berkontribusi menyebarkan informasi," ucapnya.
Sementara, Deni Kurniawan, Manager Disaster Risk Management Human Initiative, berharap dengan dikukuhkannya pemuda tanggap bencana yang berada di kawasan daerah penyangga dapat menjadi pelopor sarana komunikasi untuk mendeteksi risiko apa pun yang berdampak di lingkungan masing-masing. Serta dapat menjadi petunjuk arah ketika terjadi bencana menuju titik aman.
"Terima kasih kami ucapkan kepada jajaran yang telah menghadiri kegiatan pengukuhan dan PT KPI RU VI Balongan yang selalu mendukung untuk terus mengedukasi kegiatan pemuda tanggap bencana. Saat ini yang sudah memiliki pemuda-pemuda tangguh yakni baru dua desa, yaitu Desa Sukaurip dan Desa Majakerta. Insyaallah dalam waktu dekat ini kami juga akan melakukan pengukuhan di Desa Balongan," katanya.
Penulis : Siswo Prayitno
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....