Bolehkan Menghangatkan Makanan untuk Makan Sahur?

  • 15 Mar 2025 12:17 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi saat sahur adalah sebuah keharusan agar kuat menjalani ibadah puasa. Namun karena alasan tidak sempat banyak orang memilih untuk memasak makanan instan atau menghangatkan makanan yang ada.

Melansir dari Antara, Jumat (14/3/2024), menghangatkan makanan untuk makan sahur boleh dilakukan asal dengan cara yang benar. Hal tersebut dikatakan Ahli gizi Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK (K)

"Cara terbaik untuk menyimpan makanan agar tetap aman dan higienis, simpan di tempat tertutup dan kedap udara untuk menghindari kontaminasi," kata Luciana

Agar proses mengahangatkan makanan ini tetap aman dan kualitasnya tetap terjaga, Luciana menyarankan untuk menjaga keamanan makanan yang disiapkan sebelumnya. Anda perlu menyimpannya di wadah tertutup yang bersih dan kedap udara agar terhindar dari kontaminasi serangga, binatang kecil, atau bakteri yang bisa masuk melalui udara.

Jika ingin menyimpan makanan di lemari es, pastikan makanan sudah dingin sebelum dimasukkan dan tidak menyimpannya dalam keadaan panas. Menyimpan makanan dalam keadaan panas dapat meningkatkan suhu dalam kulkas dan mempercepat pertumbuhan bakteri.

Anda disarankan untuk membagi makanan tersebut menjadi porsi kecil agar lebih cepat dingin dan aman disimpan di kulkas. Selain itu makanan yang disimpan tidak boleh lebih dari 4 hari berada di dalam kulkas.

"Makanan yang disimpan di kulkas sebaiknya tidak lebih dari 4 hari, tergantung jenis makanannya," ujarnya.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa menghangatkan makanan dapat mengurangi kandungan gizinya. Beberapa nutrisi, terutama vitamin yang larut dalam air, dapat hilang atau berkurang selama proses penghangatan ulang.

Sebaiknya gunakan teknik pemanasan yang tidak terlalu lama atau gunakan metode pemanasan yang lebih lembut, seperti mengukus atau memanaskan dengan api kecil. Hal ini bertujuan agar nutrisi, tekstur dan cita rasa makanan tidak berubah.

Perlu diingat bahwa tidak semua jenis makanan cocok untuk dipanaskan ulang. Makanan yang banyak mengandung air seperti sup atau sayuran berkuah cenderung lebih mudah mengalami penurunan kualitas dan rasa saat dipanaskan berkali-kali.

Beberapa jenis makanan juga berisiko mengalami penurunan kualitas nutrisi dan rasa setelah dipanaskan seperti ikan dan telur. Sementara makan yang mengandung banyak air dan buah lebih mudah rusak dan tidak tahan lama.

Pilihlah makanan yang lebih padat agar lebih tahan lama seperti daging yang dimasak, nasi atau makanan olahan lainnya. Pastikan untuk memilih bahan makanan yang sehat dan terjaga kebersihannya agar sahur berkualitas.

"Pastikan selalu menjaga kebersihan dan kehigienisan makanan agar sahur tetap bermanfaat dan menyegarkan tubuh sepanjang hari," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....