Piala Dunia 2026 jadi Ladang Baru Penjahat Siber

  • 03 Mei 2026 13:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ajang Piala Dunia 2026 yang segera digelar dalam waktu dekat ternyata dimanfaatkan oleh oknum yang ingin mendapat keuntungan. Lewat internet, penjahat siber menyasar jutaan penggemar sepakbola di seluruh dunia dengan berbagai modus penipuan.

Sebuah perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan penjahat siber beraksi dengan menjual tiket palsu hingga email hadiah fiktif bernilai ratusan ribu dolar. Kaspersky menemukan modus paling klasik namun tetap efektif yakni pembuatan situs web phishing yang menyerupai platform resmi FIFA.

Situs-situs ini menawarkan tiket pertandingan dengan harga menggiurkan dan menerima pembayaran dalam berbagai mata uang. Selain tiket, muncul pula toko online palsu yang menjual merchandise resmi seperti kaos dan boneka maskot dengan diskon besar.

Para pakar di Kaspersky juga mendeteksi adanya kampanye email massal yang menyamar sebagai otoritas sepak bola internasional. Beberapa email mengklaim bahwa penerima telah memenangkan hadiah sebesar USD 500.000 (sekitar Rp8 miliar) sebagai bagian dari program hibah perjalanan dan akomodasi gratis.

Korban diminta untuk menghubungi pengirim dan memberikan data pribadi atau membayar biaya administrasi agar hadiah dapat dicairkan. Selain iming-iming hadiah, scammers mengirimkan email yang menyamar sebagai komunikasi formal terkait keputusan hukum atau sengketa dari Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA.

Email ini biasanya disertai lampiran atau tautan berbahaya yang jika diklik akan menginfeksi perangkat pengguna dengan malware atau mencuri kredensial login. Guna terhindar dari penipuan siber terkait Piala Dunia 2026, Kaspersky menyarankan beberapa langkah pencegahan.

Penting untuk melakukan verifikasi sumber resmi saat membeli tiket, tidak mengklik sembarangan tautan mencurigakan, dan tidak tergiur hadiah yang tidak masuk akal. Jangan mudah percaya pada pesan elektronik yang masuk, periksa terlebih dahulu detail alamat pengirim dengan teliti sebelum mengeklik tautan apa pun.

Gunakan fitur autentikasi dua faktor pada seluruh akun digital guna melindungi data pribadi dari para penjahat siber. Untuk perlindungan dari ancaman phishing yang lebih kompleks pengguna disarankan menggunakan solusi keamanan digital berbasis AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....