Refleksi Semangat KORMI Kota Cirebon pada Tahun 2025

  • 05 Jan 2026 15:43 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Olahraga memiliki ruang lingkup luas yang terbagi dalam olahraga prestasi di bawah KONI, olahraga masyarakat oleh KORMI, olahraga pelajar oleh BAPOPSI, serta olahraga disabilitas yang dikelola NPCI. Jika olahraga prestasi sudah akrab di masyarakat, keberadaan dan peran KORMI masih perlu terus disosialisasikan.

KORMI merupakan fondasi dasar olahraga yang tumbuh dari kebiasaan, hobi, kebersamaan, dan manfaat kesehatan dalam komunitas masyarakat. Dari aktivitas tersebut terbentuk berbagai kelompok olahraga yang kemudian terhimpun dalam induk olahraga atau Inorga.

KORMI membagi Inorga ke dalam tiga komisi, yakni Komisi Olahraga Kesehatan dan Kebugaran (OKK), Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB), serta Komisi Olahraga Petualangan dan Tantangan (OPT). Saat ini terdapat sekitar 94 Inorga yang tersebar dalam tiga komisi tersebut secara nasional.

Ketua Umum KORMI Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Kenedi, Senin (5/1/2025) menyatakan refleksi tahun 2025 menunjukkan KORMI bukan sekadar organisasi olahraga masyarakat, melainkan motor penggerak transformasi sosial menuju masyarakat yang sehat. Perubahan dari FOMI ke FORMI hingga menjadi KORMI merupakan bagian dari transformasi besar tata kelola olahraga masyarakat di Indonesia.

Awalnya FOMI dibentuk sebagai wadah olahraga masyarakat nonprestasi dengan karakter massal, murah, gembira, dan menyehatkan. Perubahan menjadi FORMI menambahkan unsur rekreasi guna menegaskan perbedaan dengan olahraga prestasi serta menyesuaikan regulasi nasional dan internasional.

Melalui Munaslub pada 28 September 2020 di Jakarta, FORMI resmi bertransformasi menjadi KORMI. Perubahan ini menyesuaikan nomenklatur UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang menegaskan istilah olahraga masyarakat.

Tokoh sentral dalam transisi tersebut adalah H. Hayono Isman, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga periode 1993–1998. Di bawah kontribusinya, KORMI berkembang pesat dan melahirkan ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang kini diperhitungkan secara nasional.

Di Kota Cirebon, peran dr. M. Edial Sanif, Sp.JP., FIHA saat memimpin FORMI dinilai sangat signifikan. Berbagai kegiatan lokal hingga internasional berkembang pesat melalui kemitraan dengan Pemerintah Kota Cirebon, termasuk Car Free Day yang pernah menjadi rujukan nasional.

Memasuki akhir 2025, KORMI Kota Cirebon mencatat penguatan identitas melalui sinergi olahraga dan budaya. Festival Olahraga Masyarakat Kota (FORKOTA) Oktober 2025 diikuti 19 Inorga dan berkembang menjadi 29 Inorga setelah pelaksanaan kegiatan.

Peringatan Haornas 2025 diwarnai senam massal dan pemberian penghargaan bagi pegiat berprestasi. KORMI Kota Cirebon juga menyumbang satu emas dan satu perak pada FORNAS VIII di NTB, berkontribusi pada keberhasilan Jawa Barat meraih juara umum.

Dari sisi tata kelola, KORMI memperkuat sinergi dengan Dispora, Disbudpar, KONI, BAPOPSI, dan NPCI. Penguatan internal pengurus serta optimalisasi anggaran menjadi fokus agar program lebih menyentuh lapisan masyarakat.

Refleksi 2025 menegaskan KORMI Kota Cirebon sebagai penggerak budaya hidup sehat melalui olahraga masyarakat. Dukungan fasilitas ruang terbuka publik sesuai amanat undang-undang menjadi kunci agar olahraga masyarakat terus tumbuh dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....