Sebanyak 34 Cabor Koni Indramayu Ancam Boikot PORPROV XV Jabar 2026

  • 01 Sep 2026 22:47 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID Indramayu -Sebanyak 34 cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam kontingen Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) XV kabupaten Indramayu mengancam boikot tidak mengirimkan atletnya dalam ajang olahraga bergengsi empat tahunan tingkatan Jawa Barat tersebut.

Ancaman boikot pada atlet ini terkait belum adanya alokasi anggaran yang dapat menunjang pelaksanaan para atlet untuk berlaga dalam event tersebut.

Sekretaris Umum Pengcab Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Indramayu Yan Tuyani Oetoey mengatakan cabornya akan absen untuk tidak mengirimkan atlet terbaiknya dalam ajang Porprov Jabar XV yang akan diselenggarakan di tiga kota yakni Bekasi, Depok dan Bogor.

Utuy menanyakan alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Indramayu yang sampai saat ini belum cair, sementara atlet membutuhkan suplemen dan kebutuhan lainnya untuk peningkatan prestasinya pada Porprov ke 15 ini.

Perbakin Kabupaten Indramayu menargetkan sebanyak 1 emas dan 1 perak. Sementara, dalam Porprov Jabar ke XIV di Kota Garut atlet Perbakin Indramayu mampu meraih 1 perak.

"Kabupaten lain mah sudah mengalokasikan anggarannya untuk peningkatan prestasi, sekarang malah Indramayu kebingungan terkait belum adanya kabar pencairan dana. Baik untuk akomodasi atlet dan persiapan atlet itu sendiri," jelas Oetoey.

Hal senada juga disampaikan Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Indramayu Herman Indra Susanto yang konon masih terkatung katung terkait masalah anggaran.

Herman menjelaskan timnya tidak akan berangkat untuk mengharumkan nama Indramayu bila pemerintah kabupaten Indramayu tidak mampu mengalokasikan anggarannya untuk kebutuhan atlet berlaga diajang empat tahunan ini.

Menurut Herman, sampai saat ini panitia belum menyiapkan apapun terkait perhelatan olahraga tingkat Jawa Barat tersebut."Kita total 28 atlet dan ini semua membutuhkan anggaran. Apalagi kita bertanding membutuhkan waktu sekitar 10 hari," kata Herman.

Sementara, Tarung Drajat memilih tidak memberangkatkan atletnya bila mana Pemkab Indramayu tidak memberikan anggaran yang pasti. Ketua tim Tarung Drajat kabupaten Indramayu Karyono menjelaskan untuk membawa .5 atlet serta 3 official diperlukan dana yang tidak sedikit termasuk akomodasi atlet, suplemen dan kebutuhan untuk atlet lainnya."Pemkab Indramayu tidak support anggaran, tarung Drajat memilih tidak berangkat dan peluang untuk mendulang medali hanya mimpi, ujar Karyono.

Boikot untuk tidak berangkat juga dikeluhkan oleh atlet dan pengurus cabor yang berpeluang mendulang medali di Porprov XV Jabar diantaranya cabor Kempo, Tarung Drajat, sepak takraw, bola voli pasir, judo, gulat, dan tinju.

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu Maman Kostaman mengatakan

anggaran yang diajukan Rp4 milyar ke DPRD Indramayu. Belum ada realisasi sampai sekarang. Sementara Porprov akan berlangsung pada bulan Oktober - November mendatang."Kondisi ini akan menjadi persoalan serius bila Pemkab Indramayu tidak segera mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan atlet yang akan berlaga nanti," jelas Maman Kostaman.

Menurut Maman, ada sedikit angin segar setelah dilakukan pertemuan antara jajaran pengurus KONI dengan Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga. Namun, kondisi ini juga belum final pengelokasiannya."Dispara untuk dukungan Porprov informasinya dalam bentuk kegiatan berupa biaya perjalanan, akomodasi atlet dan seragam kontingen. Alokasi anggaran ini belum termasuk alat tanding dan baju tanding untuk cabor beladiri," jelas Maman Kostaman. Selasa 1 September 2026

KONI Indramayu lanjut Maman mempertanyakan besaran anggaran yang diperuntukan untuk atlet dan official yang jumlahnya mencapai 428 orang."KONI juga menanyakan kepastian waktu terkait anggaran perubahan sampai saat ini pengantaran APBD perubahan belum terlaksanakan.KONI merasa kuatir dengan kondisi yang seperti ini," jelasnya.

Bila tidak terpenuhi, KONI terpaksa tidak memberangkatkan atletnya untuk berpartisipasi dalam ajang Porprov karena terbentur anggaran. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa kabupaten/kita di Jawa Barat sudah jauh jauh hari menyiapkan anggarannya untuk Porprov XV Jawa Barat yang akan digelar di Bekasi, Depok, dan Bogor, diantaranya kota Cirebon (peringkat 19, Hibah Murni Rp5,5M, ⁠Kabupaten Cirebon (peringkat 22, Hibah Murni Rp5,5M, Porprov dari kegiatan Dispara, total Rp 5,5M, ⁠Kabupaten Karawang (peringkat 10, Hibah Murni Rp5,5M, Proprov dari kegiatan Dispara, total = Rp5,5M++), ⁠Kabupaten Garut (peringkat 11, Hibah Murni Rp7M sudah termasuk kegiatan Porprov), ⁠Kota Cimahi (peringkat 16, Hibah Murni Rp 11M, tambahan Porprov Hibah Rp700jt, Total Rp11,7M, dan ⁠Kabupaten Indramayu (peringkat 14, anggaran Hibah Murni Rp1M, perubahan untuk Porprov Rp2,165M total = Rp3,165M)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....