Puncak Ciremai Ditutup, tapi Ada yang Masih Boleh Naik?

  • 05 Sep 2026 20:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menutup sementara seluruh aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Ciremai mulai Minggu, 6 September 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Tony Anwar, S.Hut., M.T., mengatakan penutupan berlaku hingga kondisi risiko kebakaran hutan dinyatakan aman. "Terhitung mulai tanggal 6 September 2026, seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai ditutup sementara untuk aktivitas wisata pendakian sampai dengan kondisi risiko kebakaran hutan dinyatakan aman," ujar Tony, Sabtu, 5 September 2026.

Penutupan tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/08/2026 serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang Larangan Pendakian Gunung/Hutan di Wilayah Jawa Barat Selama Musim Kemarau.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, BTNGC telah menghentikan layanan booking online wisata pendakian Gunung Ciremai sejak 1 September 2026. Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan dan pembayaran sebelum tanggal 6 September 2026, pihak pengelola akan mengatur ketentuan lebih lanjut berupa penjadwalan ulang atau penyesuaian.

Tony mengimbau masyarakat, mitra pengelola wisata, calon pendaki, dan pengunjung kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai untuk mematuhi kebijakan penutupan tersebut. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memantik terjadinya kebakaran hutan dan lahan demi menjaga keutuhan ekosistem dan keselamatan bersama," katanya.

Baca juga: Surili Jawa Terancam Punah, Primata Pemakan Daun Jadi Penjaga Hutan Gunung Ciremai

Sementara itu, Pengelola Jalur Pendakian Gunung Ciremai via Palutungan, Endun, mengatakan penutupan akses menuju puncak tidak berarti seluruh aktivitas wisata di jalur tersebut dihentikan. Menurutnya, wisatawan masih diperbolehkan melakukan hiking ringan dan berkemah di area camping ground atau menuju kawasan Cigowong dengan batas maksimal Pos 3.

"Pertama, ini untuk antisipasi kebakaran. Kemudian, ya kita juga perlu istirahat lah sambil memperbaiki jalur pasca-kegiatan 17 Agustusan, dan hitung-hitung untuk pemulihan ekosistem juga," ujarnya.

Endun mengatakan belum ada kepastian kapan jalur menuju puncak akan kembali dibuka. Pengelola masih melihat kondisi cuaca, terutama turunnya hujan yang dinilai dapat menurunkan risiko kebakaran.

"Kalau di surat sih belum pasti kapan-kapannya. Tapi paling standarnya nanti setelah ada hujan, baru buka," ucapnya.

Selain faktor kebakaran, kondisi jalur yang dipenuhi debu juga menjadi perhatian pengelola. Setiap pengunjung diberikan arahan mengenai keselamatan dan pencegahan kebakaran sebelum memasuki kawasan hutan.

"Setiap pengunjung diberi arahan terkait antisipasi kebakaran. Kami imbau mereka untuk kenyamanan sendiri membawa masker karena debu, jangan buang puntung rokok sembarangan, apalagi membakar sampah di hutan karena itu sangat tidak boleh," kata Endun menegaskan.

Untuk menjaga keamanan kawasan, kuota kunjungan di jalur Palutungan dibatasi sebanyak 450 orang dari kapasitas maksimal 580 orang. Pengelola juga mengantisipasi kemungkinan adanya pendaki yang tetap memaksakan diri menuju puncak selama masa penutupan.

Endun berharap pengelola bersama BTNGC dapat meningkatkan pengawasan dan patroli di sekitar basecamp. "Harapannya kita sama-sama bertanggung jawab ke kawasan. Kita ingin bareng patroli dengan pihak Taman Nasional di setiap basecamp," ujarnya.

Menurut Endun, pendaki yang nekat dapat mencari akses lain di luar jalur resmi sehingga menyulitkan pengawasan petugas. "Kadang-kadang ada pengunjung yang memaksakan diri saking inginnya muncak dan asal berangkat saja. Ini yang mesti kita jaga karena kita sering kali tidak tahu mereka berangkat dari celah mana," katanya menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....