Kerang Bambu Jadi Kuliner Favorit Wisatawan Pantai Wisata Bahari Kejawanan
- 23 Mar 2026 15:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Wisata Bahari Kejawanan (WBK) Cirebon tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga ragam kuliner bagi para pengunjung. Puluhan kios makanan hingga restoran tersedia untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama berlibur.
Ketua Tim Kerja Operasional Pelabuhan WBK, Mukhlis, menyebutkan terdapat puluhan kios kuliner yang beroperasi setiap hari. Selain itu, saat momen libur juga hadir tenant tambahan yang menjajakan makanan kekinian.
“Kita ada sekitar 35 sampai 40 kios kuliner nelayan yang melayani pengunjung, dan saat liburan ada juga tenant tambahan,” ujarnya kepada RRI Senin, 23 Maret 2026. Kehadiran berbagai pilihan kuliner ini menambah daya tarik wisata di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, WBK juga telah ditetapkan sebagai Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Penetapan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia dan didukung oleh Kementerian Kesehatan.
“Wisata kami ini sudah ditetapkan sebagai zona KHAS, yaitu Kuliner Halal, Aman, dan Sehat,” ucapnya. Selain itu, kawasan pelabuhan juga masuk kategori pelabuhan sehat yang memperhatikan standar kebersihan dan kesehatan.
Untuk kuliner khas, Mukhlis mengungkapkan adanya olahan laut yang menjadi favorit pengunjung. Salah satunya adalah kerang bambu atau yang dikenal dengan sebutan ambut di kalangan masyarakat setempat.
“Kerang bambu atau ambut itu rasanya sangat gurih, biasanya dimasak pedas dan cukup terkenal di sini,” katanya. Menu tersebut menjadi incaran wisatawan yang ingin mencicipi hidangan khas pesisir.
Selain kios sederhana, WBK juga menyediakan restoran bagi pengunjung dari segmen menengah ke atas. Terdapat dua restoran yang menawarkan berbagai menu olahan laut dan nusantara.
“Kami juga punya dua restoran, yaitu Aneka Selera Nusantara dan Pak De Kliwon untuk segmen menengah ke atas,” ujarnya. Sementara itu, masyarakat umum tetap dapat menikmati kuliner di puluhan kios yang tersedia.
Dalam hal keamanan dan kenyamanan, pengelola WBK telah melakukan berbagai persiapan. Penataan area parkir dan penempatan petugas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung.
“Dari pintu masuk kami sudah sediakan pengamanan dan pembagian zona parkir agar tidak terjadi kemacetan,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman kemacetan sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
Mukhlis memastikan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, WBK diharapkan tetap menjadi destinasi unggulan di Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....