Saung Buhun Sudimampir Hadirkan Sensasi Ngopi Tradisional di Sawah Lope

  • 31 Mei 2026 23:18 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Ketika malam mulai turun dan lampu-lampu saung temaram menyala di tengah hamparan sawah, suasana berbeda langsung terasa di Saung Buhun Sudimampir, kawasan wisata Sawah Lope, Desa Cikaso, Kabupaten Kuningan. Di tempat ini, menikmati secangkir minuman hangat bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang meresapi suasana pedesaan Sunda yang semakin jarang ditemukan.

Duduk di saung bambu yang menghadap hamparan persawahan, pengunjung bisa menikmati segelas bajigur hangat ditemani aneka menu tradisional khas kampung. Semilir angin malam yang berembus dari area persawahan menghadirkan suasana tenang, sementara siluet Gunung Ciremai yang menjulang di kejauhan menjadi latar alami yang memanjakan mata.

Pengelola Saung Buhun Sudimampir, Nono Darsono, mengatakan konsep yang dihadirkan memang sengaja mengangkat suasana kampung Sunda yang sederhana namun berkesan.

"Kami ingin menghadirkan pengalaman bersantai yang berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk makan atau minum, tetapi juga menikmati suasana alam, budaya, dan ketenangan yang sulit ditemukan di perkotaan," ujar Nono, Minggu 31 Mei 2026.

Berbeda dengan kafe modern yang identik dengan kopi kekinian, Saung Buhun Sudimampir justru menjadikan bajigur sebagai salah satu sajian andalan. Minuman tradisional berbahan santan dan gula aren tersebut disajikan hangat, sangat cocok dinikmati saat udara malam mulai terasa sejuk.


Selain bajigur, pengunjung juga dapat mencicipi berbagai menu tradisional yang mengingatkan pada suasana dapur kampung tempo dulu. Sajian sederhana itu menjadi semakin istimewa karena disantap di tengah suasana persawahan yang tenang dan alami.

Saat malam tiba, hamparan sawah yang mengelilingi lokasi menghadirkan pemandangan berbeda. Cahaya lampu dari saung-saung bambu berpadu dengan gelapnya langit malam menciptakan suasana syahdu yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Tak sedikit yang datang hanya untuk menikmati waktu bersama keluarga atau sahabat sambil berbincang santai ditemani secangkir bajigur.

"Banyak yang datang sore sampai malam. Mereka menikmati suasana, ngobrol, foto-foto, atau sekadar duduk santai memandang sawah. Justru suasana sederhana seperti ini yang banyak dicari sekarang," kata Nono.

Keberadaan Saung Buhun Sudimampir juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Cikaso, Hidayat. Menurutnya, hadirnya destinasi bernuansa tradisional tersebut menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata desa sekaligus membantu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

"Kami sangat mengapresiasi kreativitas pengelola yang mampu menghadirkan tempat wisata dengan konsep kearifan lokal. Saung Buhun Sudimampir bukan hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya dan kuliner tradisional Sunda kepada masyarakat luas," ujar Hidayat.

Ia berharap keberadaan tempat wisata seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Kuningan.

"Kami ingin potensi alam dan budaya yang dimiliki Desa Cikaso bisa dikenal lebih luas. Ketika wisata berkembang, masyarakat sekitar juga akan merasakan manfaat ekonominya, baik dari sektor kuliner, UMKM, maupun jasa lainnya," katanya.

Keunikan itulah yang membuat Saung Buhun Sudimampir menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin melepas penat. Perpaduan kuliner tradisional, nuansa pedesaan, dan panorama alam khas kaki Gunung Ciremai menghadirkan pengalaman bersantai yang sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam.

Bagi pencinta suasana kampung yang autentik, menikmati bajigur hangat di tengah hamparan sawah pada malam hari di Saung Buhun Sudimampir bisa menjadi pilihan sempurna untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....