Rujak Donggala Kesegaran Ikonik Kuliner Khas Kota Cirebon
- 01 Feb 2026 18:04 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Rujak Donggala merupakan salah satu permata tersembunyi dalam khazanah kuliner Nusantara yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Meskipun namanya mengandung kata "Donggala", hidangan ini tidak berkaitan langsung dengan wilayah di Sulawesi, melainkan menjadi nama ikonik bagi racikan buah segar di tanah para wali.
Kuliner ini menawarkan perpaduan rasa yang unik, mencerminkan kekayaan rempah dan kreativitas masyarakat lokal dalam mengolah kudapan sehat. Keunikan utama yang membedakan Rujak Donggala dengan rujak buah pada umumnya terletak pada penggunaan kerupuk mi kuning dan kuahnya yang melimpah.
Tekstur renyah dari kerupuk yang terendam kuah memberikan sensasi makan yang bervariasi antara garing dan lembut. Tidak hanya itu, sayuran seperti tauge dan kol sering kali ikut meramaikan piring, membuat hidangan ini sekilas menyerupai asinan namun dengan karakter rasa yang lebih tajam.
| Baca juga: Rujak Bebek Tradisional Tetap Diminati Warga |
Komposisi buah yang digunakan biasanya terdiri dari kedondong, bengkuang, mangga muda, pepaya, dan nanas yang diiris tipis atau diserut. Kesegaran buah-buahan ini menjadi fondasi utama yang memberikan ledakan rasa asam dan manis alami di setiap gigitan.
Pemilihan tingkat kematangan buah sangat diperhatikan untuk menjaga keseimbangan tekstur agar tidak terlalu lembek saat beradu dengan bahan lainnya. Saus atau kuah Rujak Donggala adalah kunci dari kelezatannya yang melegenda.
Terbuat dari campuran cabai merah, gula merah cair, terasi udang khas Cirebon, dan sedikit cuka atau air asam jawa, kuah ini menghasilkan warna kemerahan yang menggoda selera. Rasa pedas yang menyengat dibalut dengan aroma terasi yang kuat menciptakan harmoni rasa yang sangat otentik dan sulit dilupakan.
Satu elemen rahasia yang sering ditemukan dalam seporsi Rujak Donggala adalah taburan kacang tanah goreng yang ditumbuk kasar. Kehadiran kacang ini memberikan dimensi rasa gurih (nutty) yang menyeimbangkan rasa asam dan pedas dari kuah.
Selain itu, tambahan manisan cermai atau kolang-kaling terkadang disertakan sebagai pemanis visual sekaligus penambah variasi tekstur kenyal yang menyenangkan. Menikmati Rujak Donggala di tengah terik matahari adalah pengalaman gastronomi yang tiada duanya.
Dinginnya potongan buah berpadu dengan pedasnya kuah mampu membangkitkan semangat dan menyegarkan tenggorokan seketika. Tak heran jika kuliner ini selalu dicari oleh para wisatawan yang berkunjung ke Cirebon sebagai pelengkap setelah menyantap hidangan berat seperti Empal Gentong atau Nasi Jamblang.
Sebagai bagian dari identitas budaya, Rujak Donggala terus bertahan melintasi generasi meskipun banyak camilan modern bermunculan. Keberadaannya membuktikan bahwa resep tradisional yang mengandalkan bahan-bahan alami tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Melestarikan kuliner ini berarti menjaga warisan rasa Nusantara agar tetap eksis dan dikenal oleh generasi mendatang sebagai salah satu kekayaan kuliner Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....