Influenza A Naik, Kuningan Belum Punya Angka Terkonfirmasi
- 29 Sep 2026 18:40 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Aktivitas influenza di Kabupaten Kuningan sedang meningkat tetapi belum mencapai status situasi luar biasa menurut Dinas Kesehatan setempat.
- Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan tidak memiliki data resmi terbaru tentang jumlah kasus Influenza A yang terkonfirmasi hingga 29 September 2026.
- Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Edi Martono menekankan bahwa peningkatan kunjungan pasien dengan gejala influenza dan ISPA tidak dapat langsung disetarakan dengan kasus Influenza A yang terkonfirmasi.
RRI.CO.ID, Kuningan — Aktivitas influenza sedang meningkat, tetapi belum masuk kategori situasi luar biasa. Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan belum memiliki angka resmi terbaru mengenai kasus Influenza A terkonfirmasi hingga 29 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, mengatakan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tidak bisa langsung dihitung sebagai kasus Influenza A.“Belum ada angka resmi terbaru yang dapat dipertanggungjawabkan untuk jumlah kasus Influenza A terkonfirmasi di Kabupaten Kuningan,” kata Edi saat dihubungi RRI Cirebon.
Menurut dia, penetapan kasus Influenza A membutuhkan pemeriksaan laboratorium. Karena pemeriksaan tersebut tidak dilakukan terhadap seluruh pasien bergejala, data kunjungan ISPA tidak dapat disamakan dengan jumlah kasus Influenza A.
“Peningkatan kunjungan pasien dengan gejala influenza atau ISPA belum dapat seluruhnya dikategorikan sebagai Influenza A sebelum dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan saat ini memantau perkembangan penyakit melalui sistem surveilans dan fasilitas pelayanan kesehatan. Data dari puskesmas dan rumah sakit menjadi bagian penting untuk melihat perubahan tren kasus di lapangan.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan aktivitas influenza. Namun, kondisi tersebut masih berada dalam kategori kewaspadaan dan belum menunjukkan situasi luar biasa. Virus yang dominan saat ini adalah Influenza A(H1N1)pdm09.
Influenza A bukan penyakit baru. Infeksi virus ini dapat menimbulkan gejala yang muncul cukup mendadak, mulai dari demam yang dapat disertai menggigil, batuk yang umumnya kering, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga kelelahan berat. Pada anak, gejalanya dapat disertai mual, muntah, atau diare.
Edi menekankan pentingnya membedakan antara pasien yang datang dengan gejala, kasus yang masuk kategori suspek, pasien yang menjalani pemeriksaan laboratorium, dan kasus yang telah terkonfirmasi.
Pemisahan data tersebut diperlukan agar peningkatan kunjungan akibat ISPA tidak serta-merta dibaca sebagai peningkatan Influenza A.
Karena itu, Dinas Kesehatan memperkuat pemantauan influenza like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI), termasuk melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
“Data kunjungan, suspek, pemeriksaan laboratorium, dan kasus terkonfirmasi harus dapat dibedakan sehingga gambaran situasi di lapangan tidak tercampur,” katanya.
Pemantauan juga diarahkan pada tren kunjungan ISPA, influenza, pneumonia, serta pasien yang membutuhkan rawat inap. Jika muncul kelompok kasus atau cluster di sekolah, pesantren, tempat kerja, puskesmas, atau komunitas, fasilitas kesehatan diminta melakukan investigasi.
Di tingkat masyarakat, pencegahan dapat dilakukan dengan langkah sederhana. Orang yang mengalami batuk atau pilek dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika berada di tempat ramai.
Orang yang sedang sakit juga diminta mengurangi kontak dengan orang lain dan beristirahat di rumah. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga ventilasi ruangan, serta menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum bersih juga perlu dilakukan.“Kalau sedang sakit, sebaiknya kurangi kontak dengan orang lain dan gunakan masker. Segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila gejala berat atau semakin memburuk,” ucap Edi.
Perhatian lebih diperlukan terhadap kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Dinas Kesehatan juga meminta sekolah tidak memaksakan anak yang sedang sakit untuk mengikuti kegiatan belajar. Sementara di fasilitas kesehatan, kesiapan obat, oksigen, dan tempat tidur untuk menangani pasien dengan kondisi berat tetap dipantau.
Untuk saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan masih menempatkan peningkatan gejala influenza dan ISPA sebagai bagian dari pemantauan surveilans. Belum tersedianya angka kasus Influenza A terkonfirmasi membuat jumlah kunjungan bergejala tidak dapat digunakan sebagai angka kasus Influenza A di Kuningan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....