Influenza A Menyerbu Anak-anak Kuningan, Ruang Rawat RSUD 45 Ditambah
- 29 Sep 2026 18:44 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak mengisi layanan kesehatan RSUD 45 Kuningan sepanjang September 2026. Mereka datang dengan demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga nyeri otot. Sebagian harus menjalani perawatan karena mengalami gejala yang mengarah pada suspek Influenza tipe A.
Kenaikan itu terlihat dari angka pelayanan rumah sakit. Kunjungan rawat jalan meningkat sekitar 40 persen. Pada layanan rawat inap, pasien dengan suspek Influenza tipe A bertambah sekitar 21 persen.
“Untuk kunjungan rawat jalan peningkatannya kurang lebih 40 persen, sementara untuk rawat inap kasus suspek Influenza tipe A ini mengalami kenaikan sekitar 21 persen pada bulan September, yang mana peningkatan ini lebih khusus terjadi pada anak-anak,” kata Dokter Yanuar Firdaus Sukardi, Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan, mewakilinya Direktur RSUD 45 Kuningan, dr. Deki Syaifulloh. Pada 29 September 2026.
Gejala yang dibawa pasien tidak selalu sama. Namun sebagian besar mengalami flu-like syndrome, yakni kumpulan gejala yang menyerupai influenza. Demam, batuk, pilek, nyeri otot, pusing dan sakit tenggorokan menjadi keluhan yang banyak ditemukan. Pada beberapa pasien, gejalanya disertai diare.
Anak-anak lebih rentan mengalami infeksi karena sistem imunitasnya belum sekuat orang dewasa. Risiko penularan juga dapat dipengaruhi kebiasaan hidup bersih dan sehat serta kondisi sirkulasi udara di rumah.
Bertambahnya pasien membuat rumah sakit menyiapkan ruang tambahan. Manajemen RSUD 45 Kuningan menambah daya tampung rawat inap agar kebutuhan perawatan tetap bisa dilayani.
“Alhamdulillah sampai saat ini masih tertangani secara baik. Pak Direktur juga telah membuat kebijakan untuk mengakomodir lonjakan ini dengan menambah daya tampung ruangan untuk rawat inap,” ujarnya.
Influenza menyebar melalui droplet atau percikan dari saluran pernapasan. Karena itu, orang yang sedang batuk atau pilek menjadi salah satu mata rantai yang perlu diperhatikan, terutama ketika berada bersama anggota keluarga.
Yanuar meminta warga kembali memperhatikan kebiasaan yang selama pandemi Covid-19 sempat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari: memakai masker ketika sakit, menutup mulut saat batuk, mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Bila batuk, terapkan etika batuk dengan menutupnya menggunakan tisu, serta jangan meludah sembarangan. Gunakan masker jika sedang sakit batuk pilek, jaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun sebelum makan, dan pastikan jendela rumah terbuka agar ventilasi udara bagus,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat tidak menunggu gejala berlarut-larut sebelum mencari pertolongan medis. Jika keluhan flu terus berlangsung, pemeriksaan di fasilitas kesehatan diperlukan agar kondisi pasien dapat segera dinilai dan ditangani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....