IDI Cirebon Imbau Waspada ISPA Anak di tengah Perubahan Cuaca

  • 21 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Perubahan cuaca dan penurunan daya tahan tubuh menjadi perhatian dokter menghadapi peningkatan kasus ISPA anak. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Cirebon, Dr. dr. Catur Setiya Sulistyana, menyebut kondisi iklim turut memengaruhi kasus ISPA.

Menurut Catur, perubahan panas dan hujan dapat menjadi salah satu kondisi yang berpengaruh terhadap kesehatan. “Kasus ISPA sendiri sebetulnya dikarenakan memang kondisi sekarang di mana iklim mungkin ya, pun yang berpengaruh, iklim dari panas, hujan,” katanya kepada RRI, Minggu, 20 September 2026.

Baca juga: ISPA pada Anak dapat Berisiko Komplikasi jika Terlambat Ditangani

Selain perubahan cuaca, daya tahan tubuh anak juga menentukan kerentanan terhadap penularan penyakit saluran pernapasan. Anak dengan kondisi tubuh melemah lebih mudah tertular ISPA ketika berinteraksi dengan orang yang mengalami infeksi.

Catur mengatakan orang tua perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak ketika cuaca berubah dan kasus ISPA meningkat. Pemenuhan makanan bergizi dan cairan yang cukup menjadi bagian penting menjaga kondisi tubuh anak.

Orang tua juga perlu memastikan anak memperoleh istirahat dan perawatan memadai ketika mulai mengalami gejala. Menurutnya, daya tahan tubuh yang baik membantu anak menghadapi risiko penularan penyakit saluran pernapasan.

Catur mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap gejala ISPA yang muncul pada anak selama perubahan cuaca. “Karena dengan daya tahan tubuh ini, itu akan berakibat kepada mudahnya si anak untuk tertular oleh penyakit ISPA yang ditularkan oleh orang sekitar,” ujarnya.

Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan diperlukan ketika kondisi anak memburuk atau muncul tanda komplikasi pada pernapasan. Penanganan sejak awal membantu mencegah kondisi ISPA berkembang menjadi lebih berat pada anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....